Sabtu, 29 Oktober 2011 - 01:23:36 WIB
Mengelupas, Belum Satu Bulan Proyek PNPM Dusun Oro
Diposting oleh : wahyudiono
Kategori: Korupsi - Dibaca: 260 kali

PAMEKASAN (suara-publik.com)- Masyarakat Dusun Oro, Desa Dabuan, Kecamatan Talanakan Kabupaten Pamekasan terpaksa ‘gigit jari’. Karena mereka tak bisa menikmati lebih lama jalan pengaspalan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) yang dibangun dengan dana senilai Rp. 180.836.900,- ditambah dana Swadaya 3.356.000,-, Volume 2.5 X 1650 M. Pasalnya, belum berumur satu bulan, jalan tersebut sudah mengelupas. Penyebabnya, pembangunan jalan PNPM itu diduga sarat penyimpangan saat pengerjaannya.

Peningkatan jalan yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kerja (TPK) di Desa Dabuan yang baru selesai Oktober 2011 sudah hancur terkelupas tersebut diduga dasarnya sebelum penataan batu tidak dikeritis (sirami) aspal, sehingga batu pecah yang ditata tidak ada perekatnya, dan bahkan lebih parah lagi aspalnya disinyalir tidak menghabiskan sesuai standart Bina Marga (4.5 K/M2).

Humas Lembaga Pengawas Barang Beredar/Jasa KOMNAS PKPU, Heriyanto mengatakan, yang berdirinya berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor :  8 Tahun 1999/PP 59 Tahun 2001, dijelaskan bahwa, dalam suatu pelaksanaan pembangunan peningkatan infrastuktur dalam program pemerintah yang dananya baik yang akan maupun yang sudah dikumpulkan dari pajak rakyat, harus dilaksanakan oleh ahlinya dan tidak menyimpang dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 80 Tahun 2003 yag diganti dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 Tahun 2010, tentang Barang Dan Jasa. Sehingga kualitasnya terjamin dan tidak merugikan Negara/rakyat. “Dengan hancurnya proyek tersebut para pihak yang berwenang tidak harus tutup mata, ya gak tahu kalau akan meliriknya, bagaimana nasib rakyat Indonesiaa kalau pelaksananya tak berkompeten,” tegasnya,

Menurut Rosi, Ketua LSM Transparansi Bangsa yang turun ke lokasi kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) mengatakan, pekerjaan ini sangat tidak wajar dan terkesan hanya dibuat bancaan. Terbukti baru selesai sudah hancur, diduga aspalnya gak sesuai. “Pastinya ini hutang Negara kepada Bank Internasional dan yang akan membayar rakyat,” ujarnya. Dikatakan pula, “Akankah lunas hutangnya sampai ke anak cucu kita, penyebab tidak berkualitasnya jalan yang sumbernya dari PNPM-MP perlu dipertanyakan?, akankah pelaksanaannya sesuai spesifikasi ?” tanyanya, Senin (27/10/2011) pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, Senin (24/10/2011) pukul 9.00- 11.00 WIB, Sekretaris Kecamatan Talanakan,  (Amirul Yusuf. SH mengatakan, FK nya belum datang mas, apa anda membawa Surat Tugas untuk turun ke kecamatan ?” tanyanya kepada wartawan Suara Publik.

Selang beberapa kemudian, Camat Talanakan, Drs. Welly Agista Abdi Saputra dihubungi via selulernya pada Senin (24/10/2011) pukul 11.53 WIB menjawab. “Itu dananya masih belum 100 persen, dan masih tanggung jawab TPK di desa. Dan biar lebih jelas saya tanyakan dulu, dan maaf saya tidak bisa memberi nomor handpone FK-nya walaupun untuk kepentingan konfirmasi,” elas camat yang baru beberapa bulan menjabat di kecamatan Talanakan. (Zan) foto jalan di Dusun Oro.

 

 

 

.

 



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)