Sabtu, 03 November 2012 - 14:34:54 WIB

Kategori: News - Dibaca: 557 kali

Pemkab Melempem, 8 Sopir Ditelantarkan PT SHT


pemkab-melempem-8-sopir-ditelantarkan-pt-sht

Masalah kesejahteraan tenaga kerja di Gresik layak mendapat perhatian Dinas Ketenagakerjaan Pemkab Gresik. Hal ini cukup beralasan, mengingat Gresik merupakan kawasan industri yang cukup besar dan rawan terjadi penyimpangan terkait kesejahteraan tenaga kerja.

GRESIK (suara-publik.com)- Sekitar 8 pekerja PT. Sumber Hasil Transsindo (SHT) di Jl. Meduran Roomo No. 116 Manyar-Gresik ditelantarkan oleh perusahaan. Entah apa penyebabnya, mobil truck yang biasa dikemudikan oleh para sopir ini mendadak dijual oleh perusahaan. Ironisnya, perusahaan milik H. Abdul Wahid ini tidak memberikan kepastian kepada karyawannya apakah akan di-PHK, ataukah dibekerjakan kembali.

Wahyu Purnomo, Wakil dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo Gresik kepada Suara Publik mengatakan pihaknya tengah memberikan somasi kepada PT. SHT. “Kami atas nama pemberi kuasa mengacu pada masalah ketenagakerjaan di SHT, dimana hak pesangon pekerja belum diselesaikan, sesuai Undang-Undang (UU) No. 13 Tahun 2003,” jelasnya.

Ditambahkan pula, “Kami berharap agar pimpinan perusahaan merespon masalah ini paling lambat 7 hari, sebelum kami melakukan upaya hukum,” tandasnya.

Menurut sumber, banyak pelanggaran yang diduga dilakukan oleh PT. SHT seperti, tidak pernah mempekerjakan tenaga helper/kernet (kenek). Tetapi  dalam catatan Uang jajan Sopir (UJS) dicantumkan uang makan dan gaji helper. “Selain itu semua karywan tidak diikutkan Jamsostek, semua karyawan secara hukum adalah tetap, karena tidak terikat kontrak apapun, Namun pimpinan tidak pernah member gaji tetapnya,” sesal sumber.

Pimpinan PT. SHT, Abdul Wahid tidak ada di tempat ketika dihubungi suara-opubli.com (Suara Publik Grup). “Pimpinan memang berencana mengurangi karyawan,” jelas seorang karyawatinya via seluler.  (ver,yus,ono) foto : ilutrasi