17 Tahanan Polrestabes Surabaya, Gunakan Hak Pilihnya.
Foto: Para tahanan Polrestabes Surabaya sedang antre gunakan hak pilih di Pigub Jatim.

17 Tahanan Polrestabes Surabaya, Gunakan Hak Pilihnya.

Laporan : Tom.

SURABAYA - Pemandangan berbeda terlihat didalam rutan tahanan Mapolrestabes Surabaya pada Rabu (27/06/2018). Sejumlah petugas berseragam batik nampak berjajar rapi di ruang besuk tahanan.

Hal itu juga diikuti satu per satu tahanan yang juga nampak mendatangi mereka. Petugas berseragam batik itu bukan untuk mengantre bertemu dengan keluarga yang berada di dalam tahanan. Melainkan mereka adalah petugas Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Bersama polisi Polrestabes Surabaya, petugas KPPS memanggil satu per satu warga binaan yang sudah antre didepan ruang tahanan. Satu nama yang disebut mendatangi petugas di meja pendaftaran. Setelah didata, selanjutnya para tahanan itu lantas pindah ke petugas lain yang bertugas untuk memberi surat suara.

Dengan mengenakan seragam berwarna merah dan biru bertuliskan tahanan Mapolrestabes Surabaya, para tahanan binaan kemudian mendatangi dua bilik suara yang sudah berjajar di atas meja.

Mereka diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jatim 2018. Sebanyak 17 orang tahanan di rutan sementara markas kepolisian itu difasilitasi untuk turut menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara.

17 orang tahanan tersebut terdiri dari 14 tahanan narkotika dan 3 tahanan dalam kasus kriminal. Pemilihan tersebut dilakukan di dalam ruang pertemuan sat Tahti Polrestabes Surabaya, yang masih satu ruang dengan sel tahanan.

Mereka didatangi petugas KPPS dari TPS 14 kecamatan Krembangan Surabaya untuk mengantar dan membawa surat suara yang akan dicoblos oleh tujuh belas orang tahanan tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Siswo Wibowo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud tugas Polri sebagai instrumen penegak hukum di negara. "Selain melakukan penindakan terhadap upaya kejahatan, kami melalui Rutan Polri sebagai tempat penempatan sementara sebelum hukuman dijatuhkan tidak membatasi ruang gerak bagi para tahanan yg melak demokrasi, selama UU tidak membatasi Polri senantiasa memberikan fasilitas dalam menyampaikan aspirasi di Pilkada Jatim 2018," ujar Bambang, Rabu (27/6) siang.

Sementara itu, disinggung terkait sedikitnya peserta yang mengikuti pemilihan di dalam rutan sementara mapolrestabes, Bambang menyampaikan jika pihak keluarga tidak mengajukan identitas untuk diverivikasi.

"Memang dari 185 tahanan hanya 17 yang dapat mengikuti proses pemilukada dalam rumah tahanan kami, hal itu disebabkan berbagai faktor,salah satunya tidak ada pihak keluarga yang mengajukan kepada kami untuk kami teruskan ke KPPS," tandasnya.(Tom)

Sebelumnya Kapolresta Pasuruan, Keliling TPS Pastikan Pilkada Serentak Aman.
Selanjutnya Pasca Perhitungan Suara, Petugas Pos Pam TPS di Periksa Kesehatannya.