2 Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Bondowosa, di Ganti
Foto: Suasana Rapat pergantian alat kelengkapan Dewan.

2 Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Bondowosa, di Ganti

Laporan :M.Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Meski tinggal satu tahun masa bakti jabatan dewan Perwakilan Rakyat, (DPRD), siang kemarin, Rabu, (16/5/2018) dua Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Bondowoso diganti melalui rapat komisi.

Kedua Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD tersebut, yakni Ketua Komisi I dari sebelumnya Bambang Suwito, dari FPDIP, digantikan Setyo Budi dari partai Gerindra. Wakil Ketua Edi Sudiyanto (FPDIP) dan Sekretaris Komisi I Rahmat Hidayat (FPKS).

Sedangkan ketua Komisi III yang semula diketuai oleh Samsul Hadi Merdeka (FPKB), digantikan Fathorasi dari FPKS, Wakil Ketua Fery Firmasyah, dan Sekretaris Komisi III Kukuh Rahardjo dari FGolkar. Sementara ketua Komisi II dan IV tidak ada perubahan, masih tetap Ady Krisna, dari FGolkar, sebagai ketua Komisi II, wakil ketua Supriyadi (FPKB) Sekretarisi Komisi II, Beni Ahmad Fajar dari PAN, ketua Komisi IV Zainul Fauzan (FPKB), wakil Ketua M.Supriadi, (FGolkar) dan Sekretaris Komisi IV, Supriyanto, Gerindra.

Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs.H.Harimas.MSi, membenarkan, jika telah terjadi perombakan terhadap alat kelengkapan DPRD, pada Komisi I dan III, masa bakti 2014-2019, hal itu tertuang dalam surat keupusan DPRD Kabupaten Bondowoso, nomor 170/430.7/2016, tanggal 16/5/2018.

“Jadi, dalam rapat kemarin, roling pimpinan komisi sudah dilakukan dan sudah mendapat persetujuan dan masing-masing fraksi,”kata Harimas.

Sebelumnya, rapat pergantian ketua Komisi I memang sempat terjadi tari ulur antara Agus Ansori (FPKB) dengan sejumlah anggota. Namun akhirnya rapat memutuskan Setyo Budi diangkat menjadi ketua Komisi I. “Tapi kalau pemilihan ketua Komisi III, lancar-lancar saja, dan disepakati Fathorasi menggantikan Samsul Hadi,”ujarnya.

Bambang Suwito, mantan ketua Komisi I mengaku tidak ada masalah dirinya diganti. Sebab, pergantian alat kelengkapan DPRD itu memang biasa terjadi. Roling ketua Komisi itu hampir terjadi diseluruh Indonesia. “Mestinya, sesuai dengan kesepakatan 2,5 tahun sudah diganti, ini sudah molor hingga satu tahun lebih dari jadwal yang disepakati,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Andi Hermanto, mengaku sempat kaget, jika ada roling ketua Komisi. Sebab, menurut dia, yang disepakati dengan Ketua DPRD Tohari, adalah melakukan penetapan. Namun, tiba-tiba ada perubahan.

“Tapi apapun yang sudah menjadi keputusan dalam forum, kita amini saja. Karena pada dasarnya, semua anggota punya hak untuk menempati posisi pimpinan,”tegasnya.

Sebelumnya Satpol PP Kota Blitar, Amankan Mobil Box Bermuatan 90 Dos Miras.
Selanjutnya Awal Ramadhan, Sejumlah Kantor Buka Molor.