3 Kali Mangkir Dari Panggilan Kajaksaan, Oknum Anggota DPRD Segera Ditangkap
Foto: Nawari Harry Susanto.

3 Kali Mangkir Dari Panggilan Kajaksaan, Oknum Anggota DPRD Segera Ditangkap

Dilaporkan Oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Oknum anggota DPRD Bondowoso, Nawari Harry Susanto, menjadi terpidana kasus penganiayaan yang terjadi tahun 2015 lalu, akhirnya awal Juni 2017 lalu Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan PN Bondowoso dan PT Surabaya.
    Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bondowoso, Arif Suryono, SH. Mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN), nomor,236/Pid.B/2015, Terdakwa atas nama Nawari Harry Susanto divonis bersalah, dan dijatuhi hukuman 5 bulan penjara.
    “Dari putusan tersebut, terdakwa melakukan banding ke PT di Surabaya. Tapi, PT Surabaya menguatkan putusan PN Bondowoso, sebegaimana surat putusan nomor, 35/Pid/PT/Sby.”kata Arif Suryono, kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis, (20/7/2017).
    Setelah itu, terdakwa masih terus melawan dengan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, lagi-lagi usahanya mentah, dan MA tetap menguatkan putusan dari PT atas vonis 5 bulan terhadap terdakwa, sesuai salinan putusan nomor 475/K/Pid/2016.
    “Pada prinsipnya, Kejaksaan harus melaksanakan putusan MA itu, dan memanggil yang bersangkutan, tapi yang dipanggil selama tiga kali yang bersangkutan tidak datang,”ujarnya.
    Mantan penyidik Pidsus Kejari Bondowoso ini mengungkapkan, Kejaksaan Negari Bondowoso akan menjemput paksa terpidana, karena sudah tiga kali tidak menghadiri panggilan.
    “Tentu, kami akan melakukan tindakan ini, berdasarkan surat salinan Keputusan dari pengadilan negeri Bondowoso,”tegasnya.
    Arif menambahkan, penetapan oknum anggota DPRD dari partai Nasional Demokrat ini, bergulir sejak tahun 2015 hingga sekarang. Bermula dari kasus pemukulan terhadap Wasil, Abdullah dan Abdul hamid, warga desa Sukokerto Kecamatan Pujer.
        Kejadian tersebut berawal ketika korban atasnama Abdullah terlibat cekcok dengan anak Nawari yang berujung perkelahian. Akibat perkelahian tersebut, Abdullah mengalami luka robek dibagian tangannya, karena terkena sabetan pisau. Tak beberapa lama kemudian, Nawari datang ke lokasi kejadian.
        “Namun, Nawari datang bukan menyelesaikan masalah, tapi justru ikut memukul korban dan kedua temanya yang bernama Wasil dan Abdul Hamid, yang saat itu berencana ingin melerai, tapi keduanya ikut menjadi korban, dan pelaku dikenakan pasal 170, ayat 1 dan 2 KUHP,”ungkapnya.
          Kendati demikian, Kejaksaan tetap berharap kepada terpidana agar segera mendatangi kantor Kejaksaan, sehingga tidak usah dilakukan penjemputan paksa, untuk menjalani hukuman selama 5 bulan.
         “Tapi, jika terpidana masih tidak ada itikad baik, maka dengan terpaksa kami dengan pihak kepolisian akan melakukan penangkapan terhadap Nawari, baik itu dirumahnya maupun di kantor DPRD,”tegasnya.(her)

Sebelumnya Sat Polair Pasuruan Patoli Rutin Perairan Wilayah Nya
Selanjutnya Korban Penganiayaan Oknum Anggota DPRD, Minta Kejaksaan Segera Esksekusi Terpidana