Achmad: Masih Belum Beres di Disnaker, Koq PT PAG Berulah.

Achmad: Masih Belum Beres di Disnaker, Koq PT PAG Berulah.

Laporan: Redaksi.

Surabaya, Suara Publik - Kasus dugaan penelantaran 3(tiga) karyawan yang dilakukan oleh PT PAG(Pakta Abadi Gemilang) yang sempat ramai diperbincangkan dan telah ditangani Disnaker Surabaya nampaknya membuat geram para pihak pendamping.

Achmad Garad selaku Ketua LSM GARAD Indonesia yang mendapat Kuasa dari ketiga buruh sempat geram, karena kasus yang masih proses di Disnaker Surabaya, namun pihak perusahaan malah membuat ulah dengan melakukan pemanggilan kerja kepada ketiga karyawan.

"Oleh staf karyawan saya dikirimi surat panggilan kerja yang dikirim oleh perusahaan PT PAG(Pakta Abadi Gemilang) kepada ketiga karyawan supaya masuk kerja, padahal kan sudah jelas bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyeleseian di Disnaker Surabaya.

Pemanggilan kerja juga di luar Daerah Surabaya, kan karyawan ini juga sudah jelas tidak bisa ikut perpindahan kok masih dipaksa",ujar Achmad Garad.

Seperti yang telah diketahui bersama, permasalahan tersebut dikarenakan perpindahan PT PAG (Pakta Abadi Gemilang) dari Surabaya ke Kediri, karena tidak ada kejelasan dari perusahaan serta pertimbangan dari keluarga, maka ketiga karyawan Sl,Hr dan Rk tidak dapat mengikuti perpindahan tersebut.

Maka mereka mengadukan permasalahan tersebut kepada Achmad Garad, setelah itu karena diduga ada pelanggaran Undang Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, maka kasus tersebut dilimpahkan kepada Dinas Ketenagakerjaan Surabaya juga didampingi Wardoyo SH selaku Kuasa Hukum.

Bahkan menurut perkembangan yang ada, sudah ada panggilan Tripatrit terakhir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita sudah beberapa kali melakukan mediasi sama pengacara perusahaan, ini kita masih sama sama mencari jalan yang terbaik, itu belum selesai, perusahaan kok malah bikin ulah",imbuh Achmad Garad dengan nada geram.

Sedangkan Wardoyo SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tetap dengan apa yang sudah terjadwalkan oleh Disnaker Surabaya. Kalau seperti itu saya malah menduga bahwa pihak mereka belum memahami Undang Undang Ketenagakerjaan, perpindahan itu kan juga atas kepentingan perusahaan sendiri, sesuai aturan Undang Undang berarti perusahaan harus di sanksi dengan 1kali aturan untuk memberika pesangon kepada para karyawan, ujar Wardoyo kepada media ini.

Haris Afikoh salah satu Mediator Hubungan Industrial Disnaker Surabaya, saat dihubungi oleh Wardoyo SH melalui Nomer WA nya mengatakan bahwa pihaknya tetap sesuai aturan perundang-undangan. "biarkan saja, kita tetap sesuai yang telah terjadwalkan" ujar Haris Singkat

Sebelumnya Sakit Lambung Sembuh Setelah Nyabu, Kecanduan, Ditangkap Usai Beli Sabu.
Selanjutnya Jembatan Wonosroyo Penghubung Antar Desa Rusak Parah, Instasi Terkait Tutup Mata