Ahmad Dhafir dan Hidayat Pasangan Ideal Pimpin Bondowoso

Ahmad Dhafir dan Hidayat Pasangan Ideal Pimpin Bondowoso

Dilaporkan Oleh: Hery Masduki.

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Sejumlah pengamat pilitik di Bondowoso, menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak tahun 2018 mendatang, mulai menggandeng-gandengkan pasangan bakal calon Bupati maupun Wakil Bupati.

Beberapa hari terakhir ini masyarakat mulai banyak membicarakan Ahmad Dhafir, yang merupakan tokoh sentra di Bondowoso mulai dipasangkan dengan Hidayat. Keduanya yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah (Sekda).

Masyarakat menganggap dua figur tersebut merupakan pasangan yang ideal, dan mampu memimpin Bondowoso kedepan. Sehingga kedua pejabat penting ini layak untuk maju sebagai pasangan calon. “Pak Dhafir dan Pak Hidayat, saya rasa pasangan yang ideal, kerena keduanya sama-sama mempunyai kemampuan sebagai pemimpin masa depan,”kata Abdul Halim.

Selain itu, selain didukung oleh kekuatan suara partai dan birokrasi kedua tokoh tersebut mempunyai basis masa yang kuat dan militan. “Ini yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya,”kata pengamat politik lulusan Universitas Darul Ulum Tebu Ireng Jombang ini.

Pria yang akrab disapa Halim ini menegaskan, kekuatan suara yang dimiliki Ahmad Dhafir, sudah jelas. Sebab, mesin politik yang ia miliki tidak bisa diragukan lagi. Belum lagi kekuatan birokrasi yang berasal dari pemerintahan desa yang ia kuasai. “Ini harus diakui oleh lawan politiknya, apalagi NU sudah menyatakan, akan mendukung Ahmad Dhafir untuk maju sebagai calon Bupati Bondowoso,”tegasnya.

Sedangkan basis masa yang dimiliki oleh Hidayat, untuk saat ini adalah para pegawai negeri sipil (PNS), mulai dari camat hingga ke tingkat Kabupaten. Dan itu merupakan suara riel yang mendukung Hidayat menjadi pendamping Ahmad Dhafir. “Maka dari itu, semua simpul-simpul suara yang sudah dikuasai oleh kedua kandidat ini, keduanya akan melenggang mulus ke pendopo Bupati dan Wakil Bupati,”ungkapnya.

Kendati demikian, Halim tidak mengecilkan kandidat yang lain untuk maju sebagai kandidat calon pemimpin Bondowoso yang akan menggantikan Amin Said Husni dan KH Salwa Arifin. Sebab, menurutnya, hal tersebut hanya sebuah analisa politik yang terjadi di Bondowoso. “Politik itu tidak paten, dan bisa berubah-ubah. Makanya kandidat lainnya mempunyai peluang yang sama untuk meraih suara dan dukungan dari masyarakat,”terangnya.

Hanya saja, ia berharap, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan diselenggaran pada bulan Juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang punya hajat dapat bertindak adil dan independen. Sebab, ia tidak ingin pada peristiwa tahun 2013 lalu, tiga orang anggota Komisioner KPU Bondowoso dicopot dengan tidak hormat oleh DKPP.

“Oleh karena itu, tentunya masyarakat sangat berharap kepada KPU agar dalam menjalankan amanah UUD 1945, bertindak secara profesional seseuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,”imbuhnya.(her)

Sebelumnya Nama Baik Kejati Jatim Kembali Tercoreng, Akibat OTT
Selanjutnya Jelang Idul Adha, Harga Sapi Beranjak Naik.