AJUDAN BUPATI LAMONGAN, HAMBAT WARTAWAN

AJUDAN BUPATI LAMONGAN, HAMBAT WARTAWAN

Lamongan, Suara Publik Group - Seorang Bupati mengangkat ajudan itu untuk membantu memudahkan komunikasi dengan pihak manapun tidak terkecuali. Jika itu sifatnya membangun dan menyampaikan informasi penting yang positif. Bukan malah menghambat tugas wartawan yang akan mengkonfirmasi pemberitaan terkait pembangunan pabrik gula oleh PT Kebun Tebu Mas di Desa Kedung suko Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. "Saya saja yang ngepos disini (kantor Bupati) belum pernah ketemu Bupati,"ungkap salah satu wartawan Buser News di Kabupaten Lamongan. Apakah ini karena sikap arogansi sang ajudan yang tidak mau menyampaikan pesan jika wartawan ingin bertemu Bupati. Protokoler yang terlalu berlebihan biasanya akan menimbulkan polemik bagi kinerja Bupati dan masyarakat mengatakan hal tersebut seharusnya tidak terjadi,"bagaimana mau melayani masyarakat dengan baik,jika ingin menyampaikan sesuatu pun tidak bisa,"tutur salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Sikap arogansi tersebut telah dilakukan oleh ajudan Bupati Lamongan yang bernama Eko, pada saat ditelpon mengatakan,"Pa Bupati nya sedang ada acara nanti saja hubungi lagi, kenapa dengan mantup, saya juga kan orang mantup," jawabnya saat ditelpon. Dan ketika ditelpon ulang pada jam makan siang sesuai dengan yang dijanjikan, telpon tidak diangkat bahkan disms pun saat kami akan pulang ke Jakarta,tidak ada balasan. Yang mana isi sms tersbut menyampaikan kami pamit dan kami telah mendapatkan data AI terkait pembangunan pabrik gula di Kecamatan Mantup.

 

Kami merasakan ada hal yang ganjil, apakah sikap ajudan tersebut atas arahan Buapti atau mungkin ini sikap arogan ajudannya sendiri. Menurut beberapa LSM juga wartawan di Kabupaten Lamongan,  Bupati nampaknya tidak bersahabat dengan LSM juga wartawan. Hal tersebut memang telah kami rasakan pada saat di Jakarta kami wawancara waktunya sangat dibatasi. Membuat kami kecewa, pada akhirnya kami pun berangkat ke Lamongan untuk bertemu dengan Bupati,namun hasilnya nihil. Larena oknum Ajudan yang terkesan over protektiv.

"Seharunya hal tersebut tidak perlu dilakukan oleh saudara Eko selaku ajudannya Bupati, ko seperti orang yang tidak kenal, apalagi yang datang itu kan wartawan putra Lamongan yang juga tergabung di paguyuban PUALAM (Putra Asli Lamongan), yang sepak terjangnya di Jakarta bukan hanya sekedar wartawan saja tapi telah banyak membantu saudara-saudaranya para pedagang pecel lele saat berurusan dengan trantib. Harusnya jangan menghambat tugas wartawan, apa pun itu pesan wartawan, baiknya disampaikan saja, jangan seperti orang yang ketakutan, jangan seperti kacang lupa kulitnya,apa tidak ingat pada saat  Eko masih dikantor Pemda Perwakilan kabupaten Lamongan di Jakarta,"tutur Bambang Suryo Darmo wakil ketua PUALAM.

 

Masih dikatakan Bambang,"seharusnya sebagai orang yang dipercaya oleh Bupati, Eko itu cepat tanggap dan jeli mana yang harus disampaikan mana yang tidak, khabar tersebut kan juga menyangkut masyarakat Mantup,dan Eko sendiri pun berasal dari Mantup, yang saya tahu masyarakat mantup itu resah karena lahannya yang masih digunakan untuk bertani akan digunakan untuk pembangunan pabrik gula. Jadi Eko tidak perlu takut jabatan lepas hanya karena membantu menyampaikan aspirasi masyarakat,"tegasnya.

 

Hal senada pun disampaikan oleh ketua Jaring Masyarakat Lamongan (JAMAL) Afandi,"kok begitu kenapa Bupati tidak welcome atau jangan-jangan selama ini laporan dan khabar selalu di petieskan oleh ajudan Bupati, seharusnya Fadeli sebagai Bupati peka dan bisa memilih ajudan yang mengerti tugas dan fungsinya. Bukan mengangkat pegawai yang tidak mengerti dalam menjalankan tugasnya, ini  akan berimbas juga bisa menghambat kinerja Bupati juga menghalangi tugas wartawan,"ungkap Afandi.(Amin.S)              

 

 

Sebelumnya H.A.M Siagian Gugat Ketua Umum HNSI
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas