Arogansi Sekda Berujung Pengunduran Diri Kepala BKD, Bupati dan Wabup Pertahankan Alun.
Foto atas: Alun mengantar surat Pengunduran diri ke Bupati Salwa. Foto bawah: Alun berpamitan ke Wabup Irwan.

Arogansi Sekda Berujung Pengunduran Diri Kepala BKD, Bupati dan Wabup Pertahankan Alun.

Laporan Redaksi.

BONDOWOSO, (Suara-Publik.com) - Puluhan pegawai badan kepegawaian daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso mendatangi Bupati. Kedatangan rombongan tersebut diketahui mengantarkan kepala BKD Alun Taufana Sulistiyadi, untuk mengantarkan surat pengunduran diri kepada Bupati.

Namun, setelah Alun menghadap Bupati, Salwa Arifin, dan menyampaikan alasan pengunduran diri, Bupati melarang. Sebab, Alun masih dibutuhkan oleh Bupati. “Jangan mundur, tetaplah bekerja sebagaimana mestinya, karena saya masih membutuhkan pak Alun,”kata Bupati Salwa.

Meski begitu, Alun masih bersikukuh menyatakan mundur, karena ia tidak ingin bekerja dalam tekanan. Apalagi, ada ancaman yang tidak perlu diungkapkan oleh seorang pejabat negara. “Bagaimanapun, ancaman itu sangat serius, bahkan saya diancam mau dibunuh oleh pak Syaifullah. Ini yang membuat saya dan teman-teman BKD merasa terganggu,”kata Alun.

Masih kata Alun, awalnya ia sudah menerima apa yang pernah diucapkan Syaifullah. Tapi, kejadian itu terulang lagi ketika apel di Pemkab, Syaifullah masih mengungkit lagi kejadian yang kemarin. “Karena saya merasa terusik, maka saya harus bersikap dan menyampaikan kepada teman-teman BKD kalau saya akan mengantarkan surat pengunduran diri kepada Bupati,”ujarnya.

Usai menemui Bupati, rombongan BKD langsung bergeser ke Wisma Wakil Bupati, di jalan Ahmad Yani. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat diruang kerjanya.

100%

Kepada Wabup, Alun Taufana Sulistiyadi menyampaikan keinginannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BKD. Karena ia tidak mau bekerja dalam tekanan. Pengunduran diri ia lakukan, karena Sekda telah membuat dirinya tidak enak.

Sebab, pernyataan kasar disertai ancaman hingga akan membunuhnya. Padahal, kata Alun, ia tidak melakukan kesalahan. Hanya saja, pelantikan terlambat. “Saya bukan menghambat pelantikan, tapi saya masih nunggu perintah dari Bupati, karena saya tidak ingin mendahului kewenangan Bupati,”kata Alun dihadapan Wabup. Rabu, (31/7/2019).

Alun mengungkapkan, jika dirinya minta dukungan dan sekaligus permohonan maaf kepada Wabup, perihal dirinya yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BKD. Namun, jika Wabup tidak mengizinkan, ia akan mengajukan pensiun dini.

“Kedatangan kami kasini, mohon dukungan dari pak Wabup, agar mendorong Bupati untuk menyutujui pengunduran diri saya. Dan kalau pak Wabup tidak mengizinkan saya mundur, saya akan mengajukan pensiun dini,”ujarnya.

Menanggapi pernyataan Kepala BKD, Wabup langsung bereaksi dan mendukung peryataan Bupati untuk melarang Alun mengundurkan diri dari jabatannya, kerana Alun masih dibutuhkan di BKD. “Masalah mengundurkan diri itu adalah hak bagi seorang ASN. Tapi sikap saya sebagai Wabup, sama dengan jawaban Bupati. Akan melarang Alun mundur dari Kepala BKD, karena dia sudah bekerja dengan baik,”ucap Wabup kepada sejumlah wartawan.

Wabup mengaku, jika mulai kemarin beberapa OPD mendatangi dirinya dengan sikap yang sama, yakni menyatakan mengundurkan diri. Tapi ia melarangnya. “Oleh karena itu, saya tidak akan membiarkan para OPD mengundurkan diri, terus terang, dengan kejadian ini saya merasa prihatin. Karena kondisi yang kita bangun, menjaga kekompakan terusik gara-gara pernyataan arogansi dari Sekda, saya tidak suka model-model seperti itu,”kata Wabup.

Masih kata Wabup Irwan, tidak ingin para ASN selalu dalam ancaman, dan membuat ketakutan, justru pendekatan dari hati kehati dibangun selama sembilan bulan ini. Namun, hilang gara-gara umpatan yang kasar.

“Membangun komunikasi bukan dari ancaman, sekarang tidak ada lagi orang yang takut dengan ancaman, karena semua diatur dalam aturan, dan tidak bisa Bupati dan Wabup mecat ASN sembarangan, kalau memang tidak ada tindakan yang melawan hukum,”ungkapnya.

Akibat kegaduhan ini, Wabup akan temui Bupati untuk membicarakan masalah ini, dan akan menyampaikan pernyataan beberapa OPD yang berniat mengundurkan dari jabatannya. “Secepatnya saya akan temui Bupati.

Dan perlu saya tegaskan, Bupati dan Wabup itu satu paket yang tidak bisa jalan sendiri-sendiri, makanya, saya tidak ingin terusik hanya karena ulah Sekda yang main ancam,”ujarya.

Sebelumnya 4 Bulan Obok-Obok Sokobanah Sampang, Tim Gabungan Polda Jatim Tahan 4 Tersangka dan Sita 50 Kg Sabu.
Selanjutnya Ratusan Warga NU, Hadiri Pengajian Rutin di Lapangan Mengok.