Awal Pelajaran Baru, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Sosialisasi Berlalu Lintas dan Perkenalkan Aplikasi Jogo Suroboyo.
Foto: AKBP Eva Guna Pandia saat memberi Helm pada salah satu Siswi.

Awal Pelajaran Baru, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Sosialisasi Berlalu Lintas dan Perkenalkan Aplikasi Jogo Suroboyo.

Laporan: Tom.

SURABAYA, Suara Publik - Jajaran Satlantas Polresrabes Surabaya terus mengkampamyekan pentingnya tertib Berlalu lintas (Lalin) di jalan raya. Seperti pada, Senin (15/7/2019), di awal masuk sekolah Tahun Ajaran Baru, Satlantas Polrestabes Surabaya mendatangi SMKN 1, Surabaya guna mengkampanyekan Undang-Undang No. 22 Tahun 2019.

Hal tersebut dilakukan, mengingat di Kota Surabaya dalam setiap harinya selalu terjadi kecelakaan dalam berkendara yang disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri.

Korban dalam kecelakaan tersebut didomimasi oleh pengendara yang kerapkali melanggar aturan lalu lintas dan berusia produktif juga kaum Milenial.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, sengaja petugas mendatangi pelajar SMK Negeri 1, mereka yang baru masuk kelas 1 SMK agar mengetahui pentingnya keselamatan dalam kendaraan. Karena mereka belum berusia 17 tahun, maka tidak diperbolehkan mengemudi kendaraan bermotor ke sekolah.

Namun apabila mereka nantinya mereka sudah 17 tahun baru bisa mendapatkan SIM. Petugas juga menyampaikan tentang bahaya Narkoba, karena saat ini banyak beredar sabu, ganja serta pil koplo. Sebab, hal tersebut membuat daya pikir penggunanya akan menurun dan memperbodoh mereka.

Disamping Natkotika, bahaya Miras (Minuman keras), juga disampaikan petugas ke murid baru tersebut. Miras juga akan merusak kesehatan kita. "Serta bahaya kemajuan Informasi Teknologi (IT), dimana pemakaian Gaget, HP yang banyak situs dewasa dapat merusak generasi bangsa, yang dilakukan oleh Bangsa luar Negri untuk merusak Generasi Bangsa," kata Pandia, Senin (15/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polrestabes Surabaya juga mengenalkan aplikasi "Jogo Suroboyo" di mana aplikasi itu sangat banyak membantu. Apabila nanti mereka mau mendaftar SIM online bisa melalui Jogo Surabaya lalu masuk ke Satlantas, disitu ada pendaftaran online. Kemudian dapat melaksanakan latihan ujian praktek.

Dan yang paling terpenting juga disampaikan, agar mereka juga jangan gampang terhasut berita berita berita yang tidak benar (Hoax). Kewajiban mereka murid baru adalah belajar dan belajar untuk mereka yang nantinya akan berprestasi menjadi harapan Bangsa. ( tom)

Sebelumnya Apes, M. Syaiful Bahri Tertangkap Sesaat Setelah Nyabu.
Selanjutnya Gatot Darwoto: Pemkab Blitar Belum Punya Solusi Untuk Kesejahteraan GTT dan PTT non K2