Bagikan Masker dan Intens Semprot Disinfektan "Untuk Cegah Corona", Pemdes Tambak Juga Sortir Tamu Yang Masuk Wilayahnya.

Bagikan Masker dan Intens Semprot Disinfektan "Untuk Cegah Corona", Pemdes Tambak Juga Sortir Tamu Yang Masuk Wilayahnya.

Gresik, suara-publik.com Di tengah opsi 'pembatasan sosial dalam skala besar' yang dipilih Presiden Joko Widodo, beberapa desa dan kampung di Kabupaten Gresik mulai melakukan karantina mandiri dan menyortir para pendatang yang masuk. Kepala Desa Tambak, Kecamatan Tambak, Musta'in saat dihubungi suara-publik.com , sabtu (2/5) berpendapat bahwa karantina kesehatan, termasuk karantina wilayah menjadi "wewenang pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah". Akan tetapi, Musta'in menyatakan Wilayahnya kini sudah melakukan aturan ketat bagi warga luar daerah yang akan masuk ke Desa Tambak. Kepala Desa yang baru dilantik pada september tahun lalu itu merespons langsung kebijakan yang diambil pemerintah daerah, dirinya meminta jajaran Pemdes untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah Desa sejalan dengan kebijakan di pusat maupun Daerah. "Saya harap seluruh aparat Pemdes Tambak memastikan harus memiliki visi yang searah dengan pemerintah pusat dan daerah," kata dia. kini Pemdes Tambak berinisiatif melakukan proteksi wilayah dengan cara mensortir para pendatang yang keluar masuk Desa. Mewaspadai hal tersebut, Pemdes Tambak sudah membentuk Gugus Tugas Covid-19 dan membangun Posko Covid-19, nantinya diharapkan masyarakat ikut serta melakukukan pemantauan, Jika ada pendatang dihimbau untuk lapor dan dicek kesehatan. "kami mengantipasi pendatang dari luar, dengan membentuk Satgas Anti Covid 19," lanjutnya kemudian. Musta'in menambahkan, informasi tentang ribuan orang di beberapa wilayah tanah air yang terpaksa pulang kampung karena imbas wabah Covid-19, membuat warga khawatir tempat tinggalnya terpapar virus corona. "Di warga kami tidak ada yang ODP (Orang dalam pemantauan), namun kami tetap waspada dan akan terus bekerja keras melindungi warga dab wilayah kami dari penularan wabah corona ini," katanya. Selain Penjagaan akses jalan Desa, Musta'in mengaku pihaknya sudah melakukan beberapa kali penyemprotan desinfektan dan pembagian masker untuk warga, untuk itu Pemdes sudah berkordinasi dengan berbagai pihak dalam memberlakukan aturan ketat bagi warga luar daerah yang masuk atau pembatasan akses bagi pendatang yang akan masuk perkampungannya. "kita sudah melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh dusun, tempat ibadah, sekolah dan rumah-rumah penduduk," papar Musta'in. Sabtu (2/5). Saat ini, di Desa Tambak, Kecamatan Tambak sejumlah akses masuk ke kampung juga ditutup, Akses masuk kini hanya dipusatkan di pintu utama desa dan itu melalui prosedur aturan yang ketat. "Kalau ada yang mau masuk, kami tanyai dulu kepentingan apa, mengisi buku tamu, kami lakukan cek suhu badan," kata Musta'in. Sama seperti kampung-kampung lain, alasan pengetatan akses jalan, menurut Musta'in, agar warga sekitar aman dari dari wabah Covid-19. Musta'in mengaku juga sudah meminta kepada warga yang datang dari luar wilayah untuk segera di periksa kondisi kesehatannya, agar nantinya bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi warga yang lain. Diakhir perbincangan, Musta'in menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Pemdes semata-mata untuk melindungi warganya dari penularan virus akan tetapi upaya untuk menyeleksi pendatang yang masuk.

Sebelumnya Ini Upaya Pemdes Kepuh Legundi, Dalam Mencegah Corona Masuk Kewilayahnya.
Selanjutnya Dampak Pemberlakuan PSBB, Pengurus RT-RW Kalisari Damen Berbagi Sembako Pada Warga.