Bagus Wibowo Ditahan Kejari, Terkait Dana Hibah Pemkot Surabaya

Bagus Wibowo Ditahan Kejari, Terkait Dana Hibah Pemkot Surabaya

Laporan : Mulyono

Surabaya (Suara Publik.com) – Pasca penetapan Bagus sebagai tersangka kasus penyelewengan dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2014,  Bagus Prasetyo Wibowo, Warga Dukuh Pakis Surabaya yang juga sebagai Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Abadi dibidang advertising langsung ditahan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Kamis (20/7/2017).

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, bahwa penyidik telah menemukan adanya potensi kerugian negara pada pengadaan mesin printing digital, mesin foto copy dan komputer yang dibeli dari dana hibah Pemkot Surabaya, berdasarkan proposal yang telah oleh diajukan tersangka Bagus Prasetyo Wibowo.

“Dari penyidikan tersebut, ada selisih harga barang senilai Rp 128 juta dari Rp 370 juta yang dicairkan oleh Pemkot Surabaya,” terang Didik Farkhan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Diakui oleh Didik, bahwa untuk memperoleh selisih harga tersebut, penyidik telah melakukan klarifikasi ke distributor barang yang diajukan tersangka Bagus Prasetyo Wibowo. ”Kami juga telah mengajukan penghitungan kerugian negara ke BPKP, bisa saja lebih besar selisih harganya dari temuan kami,” sambungnya.

Selain Bagus Prasetyo Wibowo, penyidik juga menahan Vicky Akbar Nista Tarafanur, Warga Wisma Tropodo Sidoarjo. Vicky adalah penyedia jasa dan barang yang diduga ikut dalam muara korupsi pengadaan fiktif yang tidak sesuai dengan proposal yang diajukan ke Pemkot Surabaya.

“Kami juga menahan tersangka lain dalam kasus ini, selain Vicky Akbar Nista Tarafur juga kita tahan, ” sambung Didik.
Kedua tersangka dalam perkara penyelewengan dana hibah Pemkot Surabaya ini dijerat melanggar  Pasal 3 dan 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 dirubah UU No 20 Tahun 2001 UU Tindak Pidana Korupsi.
 
Di Kejari Surabaya, Bagus dan Vicky diperiksa selama 5 jam lamanya, sejak pukul 10.00 wib hingga pukul 15.00 WIB.
Lalu, pada pukul 15.10.WIB, dua tersangka penyeleweng dana hibah Pemkot Surabaya ini dimasukkan ke mobil tahanan Kejari Surabaya dan selanjutnya dibawa petugas Kejari Surabaya menuju Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pidana korupsi ini bermula dari  temuan penyidik terkait permohonan proposal yang diajukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Advertising, yang diketuai Bagus Prasetyo Wibowo.
Pada 9 September 2013, KUB Advertising itu mengajukan proposal ke Walikota Surabaya melalui Bapemas Kota Surabaya, sebesar Rp 4.443.630.000,

Dalam proposal itu, KUB Advertising mengajukan beberapa pengadaan barang, yakni mesin printing digital merk Gong Xen senilai Rp 324.000.000, mesin foto copy merk cannon seharga Rp 42.500.000 dan dua unit komputer imac, masing-masing seharga Rp 26 juta.

Pada Februari 2014, Pemkot Surabaya mengabulkan proposal tersebut tapi hanya direalisasikan sebesar Rp 370.000.000.
Namun setelah diselidiki, ternyata KUB Advertising yang dibentuk pemohom tidak ada alias fiktif.
Selain itu, Bagus Prasetyo Wibowo selaku ketua KUB Advetising itu membuat susunan pengurus yang fiktif pula. Hal itu diketahui setelah penyidik melakukan klarifikasi ke semua pengurus KUB Advertising.
Tak hanya itu, Mesin-mesin yang dibeli oleh KUB Advertising diduga bukanlah mesin baru yang dibeli dari dana hibah tersebut, melainkan sudah ada sebelum pengajuan pengadaan....(Mul)

Sebelumnya 3 Pelaku Curanmor di Sergap Tim Anti Bandit.
Selanjutnya Wakapolres dan Kasat Reskoba Pasuruan Sosialisasikan Bahaya Narkoba