Bambang DH Terkesan Pada Komunitas Kampung Sawahan(KOMPAS)

Bambang DH Terkesan Pada Komunitas Kampung Sawahan(KOMPAS)

SURABAYA (Suara Publik Group) - Wakil Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono terkesan dengan berdirinya komunitas pengidap HIV AIDS. Para pengidap penyakit HIV AIDS yang tertular lewat jarum suntik yang di gunakan secara bergantian kini telah memiliki wadah. Komunitas Kampung Sawahan yang disingkat KOMPAS di deklarasikan pada tanggal 14 Agustus pukul 19.30 di Balai Gotong Royong Kupang Krajan Tengah Surabaya.

Saat acara Deklarasi dibuka secara resmi oleh Badan Nakotika Kota Surabaya di RW III, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Bambang DH dengan antusias menyambut deklarasi pendirian KOMPAS, “ saya sangat senang dan apresiasi sekali dengan adanya kesadaran seperti ini. Sebab tanpa kesadaran warga dalam berpartisipasi mencegah penyalahgunaan Narkoba dan pencegahan HIV AIDS Pemkot kewalahan menanganinya. Untuk itu saya akan membantu sepenuhnya langkah-langkah positif seperti yang ada di wilayah RW III Kupang Krajan ini” papar Bambang mengawali sambutanya.

 Masih Bambang, kalau RW RW meniru hal seperti ini pasti tugas pemkot akan lebih ringan dalam mengatasi Narkoba dan HIV AIDS. Untuk itu Bambang berharap para pengurus RT RW serta tokoh masyarakat lainnya mencontoh apa yang telah dilakukan oleh RW III Kupang Krajan dalam menangani masalah Narkoba dan AIDS, tambah Bambang DH. Karena merasa senang Bambang DH pun meminta para Kepala Dinas terkait untuk membantu sepenuhnya apa yang di butuhkan oleh Komunitas Kampung Sawahan.   Termasuk turut memasarkan produk Bio Sanitasi yang selama ini dijalankan dan permodalan untuk Warung Kopi. Apa yang disampaikan Bambang DH langsung ditindak lanjuti oleh dinas terkait. Eko Hariyanto Kepala Dinas Sosial akan memberikan pelatihan- pelatihan yang dibutuhkan Kompas, sementara Bapemas langsung meminta Kompas untuk membuat propasal agar Bapemas bisa memberikan bantuan permodalan.

Ari Indra alias Cures Ketua Kompas di dampingi Didik Ali Rosidi alias Gudik Sekertarisnya menyambut baik perhatian Pemkot pada komunitasnya. Kompas berharap hal ini bukan hanya lips service, kami ingin mendapat perhatian serius. Sebab kami ini telah berusaha hidup normal bahkan membantu pemerintah agar tidak ada lagi generasi muda yang meniru kami-kami ini, papar   Ketua Kompas yang diamini Sekretarisnya. “kapanpun diamanapun bila kami dibutuhkan membantu untuk menyadarkan rekan rekan korban Napza , kami siap” imbuh Cures.

Sementara itu acara sosialisasi dampak buruk Narkoba dan HIV AIDS berjalan lancar dan dihadiri para petinggi Bakesbang Linmas yang dipimpin Sumarno, Dinsos Eko Harianto, Jamtmoko, Kepala Bapemas, Sekcam,  Waka Polsek Sawahan Sugeng P dan M Komari Kanit Binmas serta Ketua RW se Kupang Krajan dan para Ketua RT berikut warga sekitar RW III, sedang Kompas menghadirkan 20 anggotanya. AKBP Wuwuh dari Badan Narkotika Kota Surabaya beserta timnya memberikan penyuluhan dengan alat audio visual. Dengan keliahaian berkomunikasi Wuwuh jadi perhartian peserta sosilasasi malam itu.

M Sabar Ketua RW III Kupang Krajan sebagai tuan rumah mengucapkan terimakasih sebesar besarnya BNK,  Dinsos yang sejak awal membantu sepenuhnya acara yang bermanfaat bagi warganya. “ saya ucapkan beribu terimakasih pada BNK dan Dinsos atas bantuannya selama ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Demikian juga Kepala Dinas terkait yang mau hadir dan siap membantu Kompas, ujar Sabar.

Masih ditempat yang sama, Kusworo Sekretaris RW III yang juga Penasehat Komunitas Kampung Sawahan sangat terharu dengan Deklarasi tersebut. "saya terharu mas, jerih payah saya dalam mendampingi teman-teman mebuahkan hasil. semoga mereka semua komitmen demi masa depan generasi muda kota Surabaya" papar Kusworo. (*)

Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas