Bandar Kelas Kakap, di Vonis 12 dan 10 Tahun.

Bandar Kelas Kakap, di Vonis 12 dan 10 Tahun.

DUA BANDAR NARKOBA AKHIRNYA DI VONIS 10 DAN 12 TAHUN PENJARA Laporan: Mulyono.

Surabaya (Suara Publik.com) - Sidang lanjutan perkara narkoba kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/6/2018). Febrian Rosalita Hadi (32) dan Ceppy Hadi Fugasi (25) kembali menjalani sidang perkara narkotika jenis shabu dengan agenda putusan (Vonis), yang dipimpin oleh Timor Pradoko selaku Ketua Majelis Hakim dalm perkara tersebut.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Febrian Rosalita selama (12) dua belas tahun dan Ceppy Hadi selama (10) sepuluh tahun penjara, denda masing masing sebesar Rp 1 miliard dan Subsidaer (3) tiga bulan penjara. Putusan tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan JPU Nur Rochman, dari Kejati Jatim yang sebelumnya menuntut terdakwa selama (17) tujuh belas tahun dan (15) lima belas tahun penjara, denda sebesar Rp1 miliard serta Subsidaer (5) lima bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, dua terdakwa kakak beradik yang didampingi kuasa hukumnya, Arip Budi Prasetijo.SH, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH Taruna Indonesia) langsung menyatakan pikir pikir, tak pelak Jaksapun menyatakan banding.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa perkara tersebut bermula saat Anggota BNNP Jatim mendapat informasi dari masyarakat adanya praktek jual beli narkoba yang dilakukan oleh terdakwa Febrian dan Roni suaminya (meninggal dunia).

Dari informasi tersebut ditindak lanjuti Anggota BNNP Jatim dengan melakukan penyelidikan dilokasi tersebut, alhasil Anggota berhasil menangkap terdakwa Febrian dan suaminya dirumah kontrakannya Jalan Simojawar VII/29 Surabaya.

Dalam penangkapan tersebut, Petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu buah tas kain warna hijau yang didalamnya berisi narkotika jenis shabu sebanyak 5 bungkus dengan berat masing masing 100,95 gram, 504,75 gram, 1 kardus kecil berisi shabu sebanyak 20 bungkus dengan berat total 2019 gram.

Adapun semua barang bukti shabu tersebut ditemukan didalam jog Sepeda motor HONDA Vario warna putih dengan nopol D-3341-OB, dengan berat total keseluruhan 2523,75 gram, 1 unit sepeda motor Honda Vario, 2 buah Handphone merk Samsung J7 prime, 1 buah HP Samsung Duos, serta 2 buah timbangan elektrik, 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox, 1 unit mobil Honda mobilio warna putih L-1819-WL.

Dengan demikian Jaksa Penuntut Umum menjerat terdakwa dalam perkara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika...(Mul).

Sebelumnya Hasil Hitung Cepat, Paslon SABAR Unggul
Selanjutnya Alex Mantan Pengusaha Bkacberry, di Vonis 8 Bulan