Bandar Sabu Berkeringat Dingin Saat di Sidangkan.

Bandar Sabu Berkeringat Dingin Saat di Sidangkan.

Laporan Mulyono.  Surabaya (Suara Publik.com) - Sidang perkara peredaran Narkotika jenis shabu shabu yang menyeret Moch Nur bin Somat (35) asal Jalan Pogot Baru Surabaya untuk disidangkan. Keringat dingin terlihat membasahi tubuh terdakwa saat disidangkan. 

Sidang yang beragenda keterangan saksi ini digelar diruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya dan dipimpin oleh Dwi Purwadi selaku Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini. Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasanuddin Tandilolo dari Kejari Tanjung Perak Surabaya menghadirkan saksi penangkap guna dimintai keterangannya, Selasa (09/01/2018). 

Dihadapan Majelis Hakim saksi menjelaskan kejadian perkara tersebut, bermula dari informasi masyarakat yang didengar saksi Slamet Raharjo bersama saksi Iwan Susandi yang keduanya adalah Anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya jika dijalan Pogot Lama sering terjadi transaksi narkoba.

Setelah dilakukan pemantauan dan penyelidikan dilokasi tersebut, Petugas berhasil menangkap terdakwa Moch Nur, ketika dilakukan penggeledahan Petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa (1) satu bungkus plastik klip yang berisi shabu seberat 0,55 gram, (1) satu kantong plastik berisi 22 poket shabu seberat 13,82 gram, (1) satu kantong plastik berisi 22 poket shabu dengan berat bruto 38,18 gram, (1) satu kotak bekas rokok Dji Sam Soe, (1) satu kantong plastik berisi 8 poket shabu seberat 5,98 gram. (1) satu kantong plastik berisi 10 poket shabu seberat 11,33 gram, Uang tunai sebesar Rp 17.000.000, yang disimpan dibawah karpet kamar tidur terdakwa. (1) satu pak plastik klip yang disimpan dalam laci dikamar terdakwa, (1) satu buku tabungan BCA atas nama Agusti Purwanti, (1) satu buah kartu ATM BCA, (2) dua HP merk Samsung warna hitam. 

Saat di interogasi Petugas, terdakwa mengaku jika mendapat barang haram tersebut dari seorang yang dipanggil Guteh (DPO) dengan cara membeli di Daerah Bangkalan Madura sebanyak 25 gram, seharga Rp 30,000,000, namun pengakuan terdakwa baru membayar sebesar Rp23,000,000. 

Dengan 25 gram shabu tersebut oleh terdakwa dibagi menjadi 71 poket paket hemat dan 22 poket paket supra, kemudian 10 poket paket berisi 1/2 gram, 10 poket paket berisi masing masing 1 gram, dan 2 poket paket 1/2 gram seharga Rp 600,000. 

Sementara itu terdakwa yang didampingi Fariji dari (LBH Lacak) selaku kuasa hukumnya membenarkan semua keterangan saksi tersebut, hingga akhirnya Hakim Dwi Purwadi mengetukan palunya pertanda sidang telah dinyatakan selesai.   

Dengan demikian, atas perbuatan terdakwa disebutkan dalam dakwaan primer, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009. dan dakwaan kedua pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika...(Mul).

Sebelumnya Hujan Deras Disertai Angin Tumbangkan Pohon di 7 Titik.
Selanjutnya Paedopil Berkedok Guru Ngaji, Jalani Sidang Perdana.