Banyak Politisi Muda Bondowoso, Melenggang Ke Gedung Dewan

Banyak Politisi Muda Bondowoso, Melenggang Ke Gedung Dewan

Laporan : M Susyanto

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Pemilu Legislatif yang bersamaan dengan Pilpres 2019 di Kabupaten Bondowoso telah melahirkan sejumlah politisi muda untuk duduk di kursi legislatif. Para politisi muda ini rata-rata adalah politisi yang memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan politisi seniornya, karena mereka pernah berkiprah pada masa reformasi.

Beberapa politisi muda yang sukses menuju kursi legislatif itu diantaranya adalah Andi Wijaya (PPP), Sinung Sudrajat (PDIP), Irsan Bahtiar (PDIP), Taufiq (PPP), Kukuh Rahardjo (Golkar), H. Sutriono (PKB), H. Zakki Imron (PKB), H. Mahfid (PKB), H. Samsul Tahar (PKB), Adi Krisna (Golkar), Dayat (PKS), Fathorrasi (PKS), Subangkit (Demokrat), Mansur (PKB), Saiful Bachri (PPP), Siti Masyaratul (PPP) Yondrik (Golkar) dan lainnya.

Seperti yang di ungkapkan oleh Zaki Imron Humaidi,S.Hi politisi muda ( PKB ) yang berhasil lolos untuk yang ke dua kalinya menjabat di DPRD Bondowoso. Ia mengatakan, wakil rakyat adalah sebuah amanah yang cukup berat kita emban. Sebab, sebagai wakil rakyat harus bisa melayani masyarakat Bondowoso pada umumnya agar Bondowoso semakin maju dan amanah.

"Ketika sudah dilantik sebagai anggota DPRD, maka tidak lagi mewakili partai, tapi menjadi wakil rakyat," kata politisi asal Kecamatan Klabang ini.

Momen Pemilu sudah selesai, H Imron, mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Bondowoso agar semakin maju dan sukses, karena hanya dengan kebersamaan semua program pembangunan akan sukses di capai. Munculnya politisi muda di gedung DPRD, H Imron sangat mengapresiasi politisi yang menjadi harapan Bondowoso. Sebab, selain pemberian dan punya nyali, dalam sistem politik hegemonik sebagaimana di Bondowoso.

"Biasanya kaum muda tersebut terhegemoni oleh seniornya. Namun nyatanya, mereka dapat membuktikan bisa menundukkan politisi-politisi senior. seperti Irsan Bachtiar dari PDIP yang usianya sangat muda dapat menyingkirkan politisi-politisi senior,"katanya.

Kendati demikian, keberanian dan nyali mereka dapat menekan praktek-praktek yang tidak baik dalam pelayanan masyarakat, karena yang disebut seorang pemberani dalam perjuangan menegakkan kebaikan. Apalagi politisi muda tersebut, adalah anak-anak muda yang lahir dari rahim reformasi yang nantinya bisa bekerja sama dengan para seniornya untuk berbagi informasi dan aspirasi.

“Politisi-politisi muda itu adalah politisi cerdas dan kreatif, dan di harapkan akan melahirkan program program baru di bidang kerakyatan,"pungkasnya.

Sebelumnya Terbukti Miliki 350 Gram Ganja, Dimas di Tuntut 8 Tahun Penjara.
Selanjutnya 10 Hari Operasi Keselamatan Semeru 2019, Satlantas Polres Bondowoso Beri Teguran Pada Seribu Pengendara.