Banyak Politisi Senior Gagal Raih Kursi, di DPRD Bondowoso.
Foto: Suasana Gedung DPRD Bondowoso(atas). Tabulasi perolehan Kursi di DPRD(bawah).

Banyak Politisi Senior Gagal Raih Kursi, di DPRD Bondowoso.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Penghitungan dan penetapan hasil perolehan suara Pemilu Serentak Pilpres dan Pileg 2019 tingkat Kabupaten Bondowoso sudah dilaksanakan pada 29 April hingga 1 Mei 2019 lalu. Namun, hingga kini, KPU Bondowoso masih menunggu penetapan secara nasional pada 22 Mei nanti dan surat tidak ada sengketa pemilu dari MK (Mahkamah Konstitusi) RI, untuk menetapkan nama-nama calon legislatif (caleg) yang menduduki 45 kursi anggota DPRD Bondowoso periode 2019-2024.  

Kendati begitu, setelah selesai proses penghitungan perolehan suara Pilpres dan Pileg 2019 tingkat kabupaten Bondowoso tersebut, banyak politisi senior terancam gagal meraih kursi DPRD Bondowoso periode 2019-2024.

100%

Dari analisa penghitungan manual tim pemenangan sejumlah parpol menyebutkan, dari lima Dapil (Daerah Pemilihan) di Bondowoso, banyak politisi senior diprediksi gagal duduk di kursi DPRD Bondowoso, karena kalah dalam perolehan suara dengan politisi muda.

Di Dapil I (Kecamatan Bondowoso, Tenggarang, dan Wonosari) misalnya, Supriadi dan Ahmad Abrari, dua politisi senior PKB gagal melenggang ke DPRD Bondowoso. Dia kalah suara dengan rekannya sesama caleg PKB Soedarsono dan dua politisi muda PDIP Sinung Sudrajat dan M. Irsan Marwanda Bachtiar, Kukuh Rahardjo (P.Golkar), Ketut Yudi Kartiko (PKS), serta Fery Firmansyah (P.Demokrat).  

Di Dapil II (Kecamatan Tapen, Prajekan, Klabang, Cermee, dan Botolinggo), politisi senior Purwanto yang membawa bendera PPP juga diprediksi gagal meraih kursi DPRD. Mantan Komisioner KPU Bondowoso, ini kalah perolehan suara dengan sejumlah politisi muda. Diantaranya, Sutriyono dan Zaki Imron Humaidi (PKB), Bari Sahlawi  dan Muhammad (PPP), serta Jayus Sumihardjo (PKS). Di Dapil III, dua politisi senior, Samsul Hadi Merdeka (PDIP) dan Agus Anshori (PKB) diprediksi gagal meraih kursi DPRD Bondowoso.

100%

Keduanya harus mengakui perolehan suara politisi muda, seperti Hanafi, Siti Rukayyah, dan H. Mahfidz (PKB); Abd. Majid (P.Gerindra); Us Ari  dan Yondrik (P.Golkar); Fathorrosi (PKS); dan Siti Masarafatul (PPP). Satu politisi senior di Dapil III yang meraih kursi DPRD Bondowoso adalah Andi Hermanto (PDIP).

Kegagalan juga dialami politisi senior PPP, Imam Thaher di Dapil IV. Mantan Wakil Ketua DPRD Bondowoso, ini kalah suara dengan politisi muda, Saiful  Bahri (PPP), M. Shoheb dan A. Mansyur (PKB), Edy Sudianto (PDIP), Rahmad Hidayat (PKS), dan Subangkit Adi Putra (P.Demokrat). Di Dapil V, sejumlah politisi senior, Zaenul Faozan, Nurul Efendi, dan M. Sinol (PKB); Supriyanto (P.Gerindra), dan Siti Juhaeriyah (P.Golkar) juga gagal melenggang ke DPRD Bondowoso.

Mereka kalah perolehan suara dengan sejumlah politisi muda yang diprediksi duduk di kursi DPRD Bondowoso lima tahun kedepan. Yakni, Deni Kurniawati, Samsul Tahar, dan Muh. Soleh Aminullah (PKB); Burhanuddin (P.Gerindra); Sofi Indriasari (PDIP); dan Ady Kresna (P.Golkar).

Tiga politisi senior di Dapil V yang dipastikan duduk lagi di kursi DPRD Bondowoso, yakni, Bambang Suwito (PDIP), Budi Hartono (PKS), dan Buchori Mun’im (PPP).   tidak mampu mengalahkan perolehan suara politisi muda yang diprediksi duduk di kursi DPRD Bondowoso lima tahun kedepan. Yakni, Deni Kurniawati, Samsul Tahar, dan Muh. Soleh Aminullah (PKB); Burhanuddin (P.Gerindra); Sofi Indriasari (PDIP); dan Ady Kresna (P.Golkar). Tiga politisi senior di Dapil V yang dipastikan duduk lagi di kursi DPRD Bondowoso, yakni, Bambang Suwito (PDIP), Budi Hartono (PKS), dan Buchori Mun’im (PPP).  

Ketua KPU Bondowoso Hairul Anam di kantor KPU setempat kemarin menjelaskan, penetapan nama-nama caleg yang terpilih duduk di 45 kursi DPRD Bondowoso periode 2019-2024 masih menunggu  surat pemberitahuan resmi tidak ada sengketa pemilu dari Mahkamah Konstitusi (MK) RI. ”Dan, sampai sekarang kami belum mendapatkan surat pemberitahuan itu dari MK. Kemungkinan surat pemberitahuan dari MK, setelah proses penetapan suara nasional pada 2 Mei nanti,” jelasnya.  

Karena itu, meskipun nama-nama caleg yang bakal duduk di kursi DPR Bondowoso periode 2019-2024 sudah beredar luas di masyarakat, Hairul Anam menegaskan, KPU Bondowoso tetap mengacu Peraturan KPU RI. ”Artinya, KPU Bondowoso melakukan rapat pleno lagi, setelah mendapat surat pemberitahuan tidak ada sengketa pemilu dari MK RI, untuk menetapkan jumlah kursi dan nama caleg parpol yang lolos menjadi anggota DPRD Bondowoso,” tegasnya.   

Sebelumnya Sidang Perkara ITE Prostitusi Online, Vanessa Terlihat Cantik Dengan Berhijab.
Selanjutnya Terlantarkan Karyawan, PT. PAG Dilaporkan ke Disnaker Surabaya.