BD Sabu Simo Kwagean di Vonis 4 Tahun.
Foto: Tatang saat mendengar vonis Hakim PN Surabaya.

BD Sabu Simo Kwagean di Vonis 4 Tahun.

Laporan: Mulyono.

Surabaya (Suara Publik.com) - Sidang lanjutan perkara narkorika jenis shabu shabu yang menjerat Tatang Soegianto, untuk duduk sebagai terdakwa. Dalam persidangan yang beragendakan putusan ini dipimpin oleh Dede Suryaman selaku ketua majelis hakim, dan digelar diruang sidang garuda2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senen (04/6/2018).

Pria 40 tahun asal Jalan Kupang Gunung Jaya Surabaya ini didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) Ratna Fitri Hapsari dari Kejati Jatim, bahwa terdakwa telah dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyala gunaan narkoba.

Dalam perkara ini jaksa menjerat terdakwa dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Oleh karena itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman selama (6) enam tahun penjara, denda sebesar Rp 1 miliard, serta Subsidaer (6) enam bulan kurungan.

Kemudian majelis hakim memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama (4) empat tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, sebagai bahan pertimbangan yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas narkoba, sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa tidak berbelit belit dan sopan selama proses persidangan.

Perkara ini bermula ketika petugas kepolisian Polda Jatim mendapat informasi dari masyarakat bahwa dimakan Simo Kwagean Surabaya ada seorang bernama Tatang Soegiono berjualan shabu.

Selanjutnya petugaspun melakukan penyelidikan dikawasan makam Simo Kwagean, saat petugas melihat target dan dipastikan bahwa target membawa barang haram jenis shabu tersebut petugas langsung melakukan penangkapan.

Ketika dilakukan penggeledahan badan terhadap diri terdakwa maka ditemukan barang bukti berupa (1) satu poket shabu seberat 0,28 gram. Daat di interogasi terdakwa mengaku jika barang tersebut didapatkan dari Usman (DPO), kemudian terdakwa beserta barang buktinya dibawa ke Mapolda Jatim guna penyidikan lebih lanjut.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari (LBH Lacak) menyatakan menerima putusan tersebut, saya terima putusan ini pak hakim, Ucap terdakwa sambil beranjak menuju Panitera Pengganti untuk tanda tangan...(Mul). 

Sebelumnya Dikritisi LSM Garad, Provider Bodong Mulai di Bongkar.
Selanjutnya Lagi, Layanan 3s Via Medsos di Bongkar Polrestabes Surabaya.