Berdalih Antar Orang Sakit, PNS ini Jual Mobil Sewaan.
Oknum PNS dan Temannya saat ditangkap aparat.

Berdalih Antar Orang Sakit, PNS ini Jual Mobil Sewaan.

Dilaporkan oleh : Sutiyono dan Ansori

SITUBONDO, (Suara Publik) - Kuswagi Hartono, (41) warga Dusun Lengkong RT. 20 RW. 28 Desa Kalitapen, dengan Heri Hermawan (43) Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga dusun Krajan RT. 06 RW. 02 Desa Tapen.

Keduanya sama-sama berasal dari Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso, ditangkap Satreskrim Polres Situbondo. Kedua tersangka diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil milik korban yang bernama Bisri Hariyanto, (39), warga Kampung Barat Kebun RT. 01 RW. 01 Desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Dan kasus tersebut dilaporkan Sri Harsiani (41), yang masih keluarga korban. “Kasus itu, terjadi pada hari Rabu tanggal 07 Desember 2016 sekira pukul 18.30 Wib dirumah korban alamat Kampung Barat Kebun RT. 01 RW. 01 Desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo,”kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Maskur.SH.

Maskur menjelaskan, sebagaimana laporan polisi nomor : LP/ K/ 469/ XII/ 2016/ Jatim/ Res Situbondo tanggal 21 Desember 2016 tentang perkara dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 Sub 372 KUHP.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, atas nama Basir (50) alamat Kampung Barat Kebun RT. 01 RW. 01 Desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo dan Djauhari, (58) warga Kampung Krajan RT. 02 RW. 05 Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo, akhirnya petugas langsung melakukan penangkapan.

“Kita langsung bergerak menuju rumah tersangka dan menangkap keduanya, didesa Kali Tapen dan Desa Tapen Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso,”ujarnya.

Kasat Reskrim mengungkapkan, kronologis kejadian, bahwa berawal dari tersangka Kuswagi Hartono, dengan Heri Hermawan mendatangi rumah korban dengan maksud untuk meminjam 1 (satu) unit mobil Daihatsu Terios nomor polisi, P-780-EC warna putih tahun pembuatan 2015 dengan sistem sewa yang akan digunakan untuk mengantarkan orang sakit dan akan dikembalikan dalam waktu 2 (dua) hari.

Ketika meminjam mobil tersebut, posisi tersangka Heri Hermawan sedang menunggu diluar rumah korban. Namun, setelah menerima mobil tersebut dari korban, para tersangka tidak menggunakan mobil tersebut untuk mengantarkan orang sakit sebagaimana percakapan tersangka Kuswagi Hartono kepada korban saat meminjam mobil tersebut.

“Kuswagi hartono dan Heri Hermawan langsung memindah tangankan mobil itu dengan cara gadai dengan keuangan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada seseorang yang belum dikenal ditempat permainan judi cap ji kie masuk Desa Kapuran Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso dengan kesepakatan bahwa mobil tersebut digadaikan selama 1 (satu) hari saja,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagaimana kesepatakan antara para tersangka dan penerima gadai itu, para tersangka akan mengembalikan keuangan gadai dalam jangka waktu 1 (satu) hari.

Namun, para tersangka tidak bisa mengembalikan keuangan gadai sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada penerima gadai. Sehingga, tersangka Heri Hermawan menghubungi temannya yang bernama Antok yang berada di Jember, dan Antok bersedia untuk menerima gadai mobil tersebut sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah).

Lagi-lagi karena tersangka tidak bisa mengembalikan keuangan gadai sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) kepada Antok, sehingga Antok bersedia menambahkan keuangan sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).

Tapi mobil tersebut diakad hilang atau dijual kepada Antok. “Akibat perbuatan para tersangka tersebut, korban mengalami kerugian material sebesar Rp. 230.000.000,- (dua ratus tiga puluh juta rupiah), karena sampai dengan saat ini 1 (satu) unit mobil Daihatsu Terios,”tegasnya.

Kasat menambahkan, dari hasil penyidikan petugas, akhirnya barang bukti dapat ketahui keberadaannya, sehingga petugas langsung melakukan penyitaan, sebagaimana surat perintah penyitaan nomor : Sp. Sita/ 50/ II/ 2018/ Sat Reskrim tanggal 27 Februari 2018, telah dilakukan penyitaan barang bukti berupa, 1 (satu) unit handphone merk Cross type P2Q warna hitam kombinasi silver, dan 1 (satu) unit handphone Samsung Galaxy J7 Prime warna putih.

“Saat ini kedua tersangka kita tahan di Mapolres Situbondo, sambil menunggu peyidikan lebih lanjut,”imbuhnya. (*)

Sebelumnya Dikuntit Anggota, M. Rusky di Tangkap Usai Beli Sabu
Selanjutnya Penjambret Tas, Keok di Tangan Jatanras Polrestabes Surabaya.