Berita Dibalik Berita Jual Beli Jabatan "Nyanyian Waras Mendadak Senyap"
Foto: Ilustrasi Pungutan Liar.

Berita Dibalik Berita Jual Beli Jabatan "Nyanyian Waras Mendadak Senyap"

Jombang, Suara Publik.com  -  Kalender kerja Pemkab Jombang dipenghujung Agustus lalu benar benar dibuat panas dingin. Tidak hanya kalangan birokrasi, masyarakat luas juga tersontak oleh kabar miring yang menerpa elit Kekuasaan.

Kabar miring tersebut bukanlah tergolong tidak biasa. Hingga puncak peristiwa pun ditunggu.  Lalu apa yang terjadi?

Menapaki awal hingga menjelang puncak September ini, perlahan kabar miring itu tidak lagi terdengar. Nyanyian sumbang yang semula meraung kencang dengan menyebut ada praktik jual beli jabatan dilingkungan Pemkab Jombang, mendadak redup dan perlahan senyap.

Pemberitaan oleh media online dan cetak serta penyikapan pihak LSM lokal yang semula menekan kencang juga tergolek sendu dan berujung tanpa klimaks.

Pihak Pemkab pun seperti tidak risau. Hanya bantahan kecil saja, bahwa berita yang beredar tidak lah benar. "Tidak ada itu (jual beli jabatan). Itu tidak benar, "tegas Senen, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pendidikan Pelatihan (BKD PP) Pemkab Jombang, seperti dilansir banyak media online.  

Lalu bagaimana duduk masalah sebenarnya? Pertanyaan seputar apakah cuitan Waras Zainudin lewat akun Facebook tanggal 13 Agustus 2020 itu hoaks atau fakta, masih saja menggelayut mencari jawaban.

Kenapa pula Pemkab yang jadi sasaran tembak hanya memilih memberi respon datar. Apakah semurah itu harga nama baik sebuah institusi sekelas Pemkab? Bagaimana pula nasib Waras Zainudin hari ini? 

Nampaknya nyanyian itu benar senyap dan cenderung blunder. Sedikitnya peneguhan itu disuarakan pihak Pemkab. Melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setkab, sinyal itu terbaca.

Saat dikonfirmasi soal perkembangan kasus "Nyanyian Waras" yang terbilang merugikan nama baik Pemkab itu, tersodor jawaban tanpa beban kerisauan. "Tidak ada (penyikapan apapun oleh Pemkab). Semua berlalu dengan adem ayem, "tegas Agus Jauhari, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jombang saat dikonfirmasi via selulernya, Senin (7/9).  

Seperti diberitakan sebelumnya, Waras Zainudin yang dikenal merupakan ODP (Orang Dekat Pendopo) ini mengunggah cuitan diakun pribadi Facebook dengan nada yang cenderung menyudutkan Pemkab. Cuitan itu ditayang pada 13 Agustus 2020.

Berikut isi cuitan Waras.  "Paska pilkada waktu itu, kebiasaan ngopi dipinggir taman itu, biasanya kita ngopi rame2, Aku, pak A, pak B, dan dari situ muncul tanya tentang keinginan mereka pak A dan pak B untuk pindah dan naik jabatan, waktu itu ada 2 yang berkeinginan, akhirnya karena keinginan mereka, akhirnya aku pertemukan lah dengan yang bersangkutan, setelah ngobrol sambil ngopi.... dan waktu itu bertepatan pula dengan Pileg maka dilanjutkan acara diluar mulai dari sekedar ngopi sampai lebih dari sekedar ngopi, bahkan pengondisian terhadap beberapa APD (Aparatur Pemerintahan Desa).

Lah pada suatu saat, waktu itu malam, saat mendapat tugas untuk menghubungi si calon A dan B yang mau pindah naik jabatan itu, "omongono numpuk profile Karo SK, Karo duwek 35, dari 2 orang itu yang numpuk SK, yang A ada uang 35 yang B gak ada uang e, dan beberapa Minggu lagi diminta lagi ke pak A barangkali ada teman yang mau jadi camat, mumpung ada yang kosong itu yang disampaikan ke aku.

Akhirnya aku sampaikan ke pak A barangkali ada teman lagi, ternyata ada namanya pak C, dan malam itu aku ambil uang dirumah pak A sebesar 35 dan semua sudah aku setor ke yang nyuruh aku, dan suatu hari terjadi mutasi dan yang ikut naik jabatan adalah pak A dan pak C, dan pak B karena cuma numpuk profile dan SK tanpa uang, maka pak B gak diikutkan naik jabatan.... (Bersambung)". (Din)

Sebelumnya Ratusan Warga Gluranploso, Wisata Gratis Ke Setigi
Selanjutnya Kadis Rangkap PPK, Lelang Bibit Pisang Mas Kirana, Senilai Miliaran Terancam Gagal.