Berita Terkait Pejabat Bondowoso Dipanggil KPK, Bukan Hoax.
Foto: Ketua Exponen 99 bersama dengan Tim PBB dari pusat

Berita Terkait Pejabat Bondowoso Dipanggil KPK, Bukan Hoax.

Dilaporkan : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Beredarnya kabar sejumlah pejabat Pemkab Bondowoso dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ke Jekarta bukan hoax.

Pasalnya, hari Senin, (14/5/2018), 3 orang PNS dan satu orang warga memenuhi panggilan anti rasuah. Menurut sumber resmi Suara-Publik, menyebutkan, ada beberapa orang yang sudah terbang menuju Jakarta untuk memenuhi panggilan KPK, berinisial Sam, Ar, Sub dan Kar. Selain itu, akan menyusul para Camat dan Kepala Desa yang terkait dengan dugaan penjualan tanah Negara di Bondowoso.

Sementara para Camat yang diduga terlibat, antara lain, Camat Cermee, Prajekan, Botolingo, Klabang, Taman Krocok dan Tegal Ampel.

Sedangkan para pejabat elit Pemkab Bondowoso, seperti Bupati, Sekda, dan Asisten 1 hanya menunggu giliran untuk berhadapan dengan penyidik KPK.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang, Muhammad Lutfi Adi Susilo, yang datang ke Bondowoso, menyatakan, Salah satu yang menjadi bidikan dari praktisi hukum Indonesia ini adalah soal Tanah Negara (TN) yang diduga menjadi bancakan oleh Pejabat Pemkab Bondowoso.

“Saya diutus oleh bang Yusril ke Bondowoso untuk menemui teman- teman DPC PBB di Bondowoso, dan H.Samsul Hadi untuk menyampaikan hal ini,” kata politisi PBB yang akrab disapa bang Lutfi ini.

Sementara itu, ketua Exponen 99, Drs.H. Samsul Hadi mengemukakan, sangat berterima kasih kepada Tim dari Jakarta, sehingga dapat memastikan kalau Profesor Yusril akan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat Bondowoso, terutama tentang tanah Negara yang kasusnya sedang bergulir di KPK.

“Dengan begitu, kita bertekad dan meminta kepada Profesor Yusril agar mengusahakan bagaimana persoalan ini selesai. Karena Ketua Umum PBB ini paham betul tentang hukum," katanya. Minggu, (13/5/2018).

Terkait adanya sejumlah Pejabat Pemkab Bondowoso dipanggil KPK, ketua Komisi III DPRD Bondowoso ini tidak berani menyebutkan secara tegas, karena menurut dia, pihaknya tidak punya kewenangan untuk mengklarifikasi kasus ini, yang berhak memberikan pernyataan adalah KPK.

Namun, ia mengamini kalau pihak KPK telah memanggil para pejabat Pemkab Bondowoso. “Saya tidak mau bicara soal kasus pejabat yang dipanggil KPK, tapi yang pasti kabar itu bukan hoax. Tapi, ketika kasus jual beli tanah Negara ditangani oleh KPK, saya pastikan, akan terungkap siapa dalang dibalik ini semua,”imbuhnya. (*)

Sebelumnya Polres Situbondo Siaga I, Pasca Teror Bom di Surabaya.
Selanjutnya Pasca Teror Surabaya, Polres Bondowoso Siapkan Personil Bersenjata Lengkap Amankan Gereja