Berplat Nomer Palsu, Mobil Sekda Bondowoso Tabrak Sepeda Motor di Probolinggo, PLT Sekda Minta Tidak Diberitakan.
Foto Atas: Kendaraan yang diduga mobil dinas Sekda Bondowoso Ringsek. Tengah: Korban saat ditolong warga setempat. Bawah: Kondisi Sepeda Motor korban mengalami rusak berat.

Berplat Nomer Palsu, Mobil Sekda Bondowoso Tabrak Sepeda Motor di Probolinggo, PLT Sekda Minta Tidak Diberitakan.

Laporan : Hery/Sus

BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Kecelakaan di Probolinggo yang mengakibatkan korban luka hingga dilarikan ke rumah sakit setempat, dan sepeda motor milik korban juga hancur. Sementara yang menjadi lawanya adalah mobil Plt Sekda Bondowoso yang juga mengalami rusak berat.

Sebelumnya tidak ada yang tahu kalau mobil dengan nomor Polisi P 1719 BS tersebut adalah mobil Dinas Sekda, karena sudah diganti nomor Palsu, yang seharusnya plat merah. Menurut salah satu sumber dari anggota kepolisian Polres Probolinggo mengatakan, mobil warna hitam tersebut melaju kencang dari arah timur, namun tiba-tiba ada orang nyebrang, sehingga sopir diduga tak mampu mengendalikan laju kendaraan dan akhirnya menabrak sepeda motor.

100%

"Saat itu korban langsung dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," kata sumber resmi dari pihak kepolisian setempat. Menurut pengakuan sopir, kata sumber, akan melakukan perjalanan ke Kediri bersama seseorang yang diduga bos pemilik mobil tersebut. Namun, ia mengatakan kalau mobil yang ia kemudikan itu mobil Sekda Bondowoso.

"Memang si sopir itu bersama seseorang, tapi tidak sempat ngomong banyak dengan dia, dan nampaknya dia terlihat kebingungan,"ujarnya. Dia menegaskan anggota lalulintas saat itu langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakukan olah TKP. Untuk sementara memang belum diketahui siapa yang salah, karena pihak lalulintas masih melakukan penyelidikan.

100%

"Saat ini pihak korban sudah di fasilitasi biaya pengobatannya,"imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Sekda Bondowoso saat dikonfirmasi terkait kecelakaan tersebut tidak memberikan pernyataan, dan terkesan menyembunyikan kasus kecelakaan tersebut. "Tak usah etoles (tak usah ditulis),"kata Karna dengan logat Madura.

Sebelumnya Setelah Sukses di 7 TKP, Pelaku Curanmor Ini Dihadiahi Timah Panas.
Selanjutnya Sampoerna Untuk Indonesia, Berbuat Untuk Pasuruan.