Bila Pemilik Media Berpolitik Praktis, Pilar ke 4 Bangsa Ini Terpecah Belah.

Bila Pemilik Media Berpolitik Praktis, Pilar ke 4 Bangsa Ini Terpecah Belah.

Catatan Redaksi.

Surabaya, suara-publik.com - Pemilik media berskala Nasional kini banyak yang berpolitik praktis. Bahkan pendiri sebuah partai politik, akibatnya pemberitaan sebuah masalah tergantung afiliasi pengusaha media tersebut.

Pilkada DKI Jakarta adalah contoh pertarungan media raksasa yang ada di Indonesia. Semoga Pilkada serentak ini tidak terjadi perang media untuk meloloskan calon pemimpin daerah yang berlangsung pekan ini.

Sementara media besar berebut pengaruh dalam perpolitikan nasional. Yang tentunya juga berebut kekuasaan. Sedangkan media kecil berebut pengaruh di kabupaten kota dalam mengais rejeki. 

Sementara itu wartawan dilapangan juga pada berebut pengaruh dilapangan. Tak ayal lagi, banyak awak media dilapangan tertimpa kasus. Baik pemerasan atau Undang-Undang ITE.

Bila kasus pemerasan semua insan pers sepakat untuk diproses hukum. Namun bila terkait pemberitaan, banyak wartawan lapangan yang khawatir kasus UU ITE juga kelak menimpanya.

Seluruh insan media sepakat pada pernyataan Wakapolri, hendak nya jangan asal tangkap wartawan. Karena ada mekanisme Undang-Undang Pers no 14 tahun 1999.

Kasus meninggalnya wartawan di Kota Baru, penangkapan wartawan di Garut dan Sidoarjo. Membuat Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia bersuara lantang. Bahkan PWI pusat membentuk tim pencari fakta terhadap kasus meninggalnya wartawan di Kota Baru.

Demi kemitraan antara aparat dan wartawan, mari kita intropeksi diri. Jangan asal tulis atau asal tangkap. Demi kehidupan demokrasi yang lebih baik kedepan.(kus)

 

Sebelumnya Anas Ajak ASN, Doakan Mantan Pemimpin Banyuwagi.
Selanjutnya Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Gempas Seksi 2.