BK 2020 Gresik Tahap 2 Belum Cair, Ternyata Ini Penyebabnya.

BK 2020 Gresik Tahap 2 Belum Cair, Ternyata Ini Penyebabnya.

Gresik, suara-publik.com - Pemerintah desa di Kabupaten Gresik mengeluhkan pencairan Dana Bantuan Khusus (BK) tahap dua tahun 2020 yang hingga kini masih belum cair. ''Pemerintah Desa sampai sekarang menunggu pencairan tahap dua untuk melanjutkan pekerjaan tahap pertama, tapi kenyataannya, hingga sekarang masih belum cair,'' jelas Kepala Desa Wotansari, Hariyono, Selasa (1/9).

Menurutnya, keterlambatan ini menyebabkan pihak pemerintah desa hingga saat ini belum bisa melakukan kegiatan pembangunan apa pun.

''Termasuk program fisik yang bersifat tahapan, banyak pekerjaan terbengkalai ditakutkan akan mempengaruhi kualitas, apalagi banyak material seperti pasir yang susut karena tergerus alam,'' jelasnya.

Terkait keterlambatan ini, sejumlah kepala desa di Gresik tidak bisa berbuat apa-apa, rasa prihatin akan kelanjutan proyek BK yang terhenti adalah hal yang setiap saat selalu dipikirkan, ''Namun sampai sekarang masih belum jelas juga dan kenapa pencairan terlambat juga tidak jelas,'' katanya.

Kepala Bidang Anggaran yang juga Plt. Bidang Perbendahaan, DPPKAD Gresik,Mat Yazid mengakui alokasi anggaran BK tahap dua sebenarnya sudah diproses namun terkendala pejabat terkait yang masih sakit, karena itu pihaknya masih belum bisa mencairkan karena tanda tangan yang tidak bisa diwakilkan, ''kami tidak bisa mengatakan apa-apa, yang pasti pejabat terkait masih sakit, ini saya sudah konsultasi mengenai hal itu ke pak Kaban, insyaallah di usahakan minggu ini bisa cair,'' katanya. Selasa (1/9).

Terpisah, Ketua DPD Gresik LSM LEDAK, Imam Syafii mengatakan jika Pemkab harusnya tanggap terkait hal ini, kondisi keuangan Desa yang sudah porak poranda karena hempasan Pandemi Covid19 membuat para Kades hanya berharap pada Dana BK untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, "saya juga tidak menghakimi Pemkab, namun kalau hanya alasan pejabat sakit sampai membuat pembangunan terhambat kan aneh, ini uang rakyat lho, sampai terlambat sejauh ini bagaimana dengan perencanaan yang sudah di susun, agaknya Pemkab harus segera merespon Aspirasi teman-teman Kepala Desa," ungkap Imam.(wahyu).

Sebelumnya Kick Of Sensus Penduduk 2020. Pemdes Kepatihan Suport Penuh.
Selanjutnya Polres Gresik Gelar Hut Polwan ke 72