BNNP Jatim Tembak Mati Pengedar Narkoba Jaringan Aceh.

BNNP Jatim Tembak Mati Pengedar Narkoba Jaringan Aceh.

Laporan: Tom

SURABAYA Suara-Publik. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan Aceh - Surabaya. Dari hasil ungkap ini, petugas BNNP Jatim mengamankan dua tersangka asal Aceh, yakni, Irwandi (29) asal Dusun Teungoh, Tanah Jambo aye kab.aceh Utara dan Abdul Munir (43) warga Dusun Keudee, Ulee titi-seunuddon kab.Aceh Utara dan satu orang asal Sidoarjo.

Bahkan satu orang tersangka asal Sidoarjo terpaksa ditembak dibagian dadanya lantaran melawan petugas dan hendak kabur saat dikeler ke save housenya. "Kabid Pemberantasan BNNP Wisnu Chandra menjelaskan, kedua tersangka merupakan TO (Target Operasi) lama dari BNNP Jatim.

Begitu mendapat informasi terkait keduanya, Keduanya ditangkap Jum’at (11/8) siang saat berada di dalam kamar hotel Oval Surabaya. Keduanya ditangkap berkat informasi intelijen BNNP yang bekerja memantau pergerakan pendistibusian sabu ini.

Dari tangan kedua tersangka, Petugas mendapati dua kilogram sabu yang disimpan didalam sepatunya. Barang haram tersebut akan diserahkan kepada seseorang asal Sidoarjo. “kedua tersangka mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan akan menjemput barang tersebut, maka tersangka diarahkan untuk melakukan teknik penyerahan yang diawasi.

Sesaat setelah barang bukti diserah terimakan maka penerima narkotika, petugas akhirnya juga menangkap satu pelaku yang merupakan pengedar,” terang Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, Jum’at (11/8) malam di kantor BNNP Jatim.

Satu pengedar yang turut ditangkap adalah Dwi Boedy Santoso (50) warga Hangtuah II/85 Sidoklumpuk Kabupaten Sidoarjo. Boedy merupakan pengedar yang selama ini menjadi target petugas BNNP Jatim. Wilayah edar yang cukup luas di seputar Surabaya dan Sidoarjo membuat pelaku menjadi target yang paling dicari. Dalam peredarannya, Boedy kerap meminta kiriman barang dari Aceh dengan kuantitas berat hingga 2 kilogram selama dua minggu sekali.

"Saat pelaku Boedy diminta untuk menunjukan save housenya di Sidoarjo, namun saat tiba di gudang penyimpananan miliknya, Boedy justru berontak dan mencoba kabu. Petugaspun menembakan tiga kali peluru sebagai tembakan peringatan, namun tak dihiraukan, hingga akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan timah panas di bagian dadanya.

“pelaku sempat kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkar Surabaya, namun nyawanya tak tertolong,” imbuh Wisnu.

Kini petugas BNNP Jatim tengah mengembangkan jaringan ini hingga ke Aceh. Pihaknya akan bekerja sama dengan BNNP Aceh, untuk mengusut mata rantai distribusi peredaran sabu skala besar antar provinsi di Indonesia ini.

Tersangka pada kasus ini terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Sebelumnya Terlanjur Beli Tiket, Uang Kembali 100 Dalam Program Gratis HUT RI ke 72.
Selanjutnya Belum Sempat Nikmati Sabu, Daniel Sudah di Tangkap.