Bupati Bondowoso Akan di Cap Pembohong Besar, Bila Salah Memilih Sekda.

Bupati Bondowoso Akan di Cap Pembohong Besar, Bila Salah Memilih Sekda.

Laporan Guido Saphan.

BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Misteri siapa nama pejabat yang menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Bondowoso menggantikan Penjabat (Pj) Sekda sekarang, sampai saat ini masih belum ada kejelasan. Padahal, rencana pelantikan Sekda definitif, yang kabarnya dilakukan pada pekan terakhir Juni atau awal Juli nanti, sudah beredar luas di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab dan masyarakat Bondowoso.

”Kami yakin, bukan hanya para calon Sekda Bondowoso saja yang cemas. Kami semua ASN Pemkab Bondowoso juga berharap-harap cemas. Karena, sudah ada tiga nama pejabat calon Sekda Bondowoso yang lolos seleksi lelang terbuka tahap terakir, tapi sampai sekarang belum jelas siapa yang menjadi Sekda,” kata pegawai ASN Pemkab Bondowoso yang minta namanya dirahasiakan.  

Meski begitu, dari tiga nama pejabat yang lolos uji kompetensi seleksi terbuka  atau open bidding JPT Pratama Sekda Bondowoso hingga tahap terakhir pada 9 April 2019 lalu, dua nama paling santer menjadi pembicaraan di kalangan ASN dan masyarakat. Bahkan, dua pejabat ini dianggap sama-sama kandidat kuat dan layak dipilih Bupati Bondowoso Salwa Arifin menjadi Sekda. Keduanya pejabat eselon II Pemkab Bondowoso, ini yakni Dra. Farida, M.Si dan  Drs. Agung Tri Handono, SH, MM.  

Saat ini, Farida sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dia pernah menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset  Daerah (DPPKAD) hampir sepuluh tahun. Agung sekarang Pj. Sekda menggantikan Plt. Sekda Karna Suswandi, setelah Sekda Hidayat pensiun dini, karena maju Calon Wakil Bupati pada Pilkada Serentak Bondowoso 2018. Agung juga sekarang Plt. Asisten I dan pernah Kepala Bakesbangpol, BKD, Disnakertrans, dan Bappeda.  

Melihat kiprah keduanya di birokrasi tersebut, tidak dapat diragukan. Farida dan Agung memiliki prestasi selama dipercaya menjabat kepala OPD. Selain itu, kepangkatan kedua pejabat eselon II, ini sama-sama memenuhi kriteria dipilih Bupati Salwa sebagai Sekda. ”Memang sampai sekarang belum jelas siapa dari tiga nama calon Sekda Bondowoso yang lolos seleksi terbuka yang akan dipilih menjadi Sekda. Tapi, nama yang santer menjadi pembicaraan di kalangan ASN menjadi kandidat kuat Sekda Bondowoso adalah Bu Farida dan Pak Agung dibandingkan Pak Saifullah yang pejabat Pemkab Situbondo itu,” terang pegawai ASN tadi.      

Bupati Salwa Arifin setelah mengetahui tiga nama pejabat lolos seleksi terbuka tahap  akhir mengatakan tidak memasang target waktu dalam menentukan satu dari tiga nama calon Sekda yang nantinya dipilih sebagai Sekda Bondowoso. Namun, bupati kelahiran Bondowoso, ini memberi sinyal nama pejabat yang dipilih menjadi Sekda Bondowoso akan terjawab setelah lebaran atau hari raya Idul Fitri 1440/ 2019 M. ”Tentu dipilih satu dari tiga nama itu, yang memenuhi kriteria menjadi Sekda Bondowoso, yaitu memiliki komitmen kuat, berintegritas, dan punya loyalitas yang tinggi dalam pemerintahan,” katanya beberapa waktu  lalu.  

Farida yang di kalangan ASN dan masyarakat menjadi salah satu kandidat kuat Sekda Bondowoso enggan berkomentar banyak. Dia hanya memberikan isyarat menyerahkan keputusan akhir pada Bupati Salwa. Karena, keputusan akhir pejabat eselon II dipercaya menjadi Sekda merupakan hak prerogatif bupati sebagai kepala daerah. ”Siapa pun  nanti yang dipercaya bupati menjadi Sekda Bondowoso  merupakan yang terbaik untuk Bondowoso.  Semua ASN lingkup Pemkab Bondowoso harus mendukung,” katanya belum lama ini.  

Agus Sugiarto, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jack Centre Bondowoso yang konsisten menyoroti kebijakan publik mengingatkan Bupati Salwa Arifin tidak salah memilih satu dari tiga nama calon Sekda yang lolos seleksi terbuka menjadi Sekda Bondowoso. Karena, tugas dan peran Sekda sebagai pemimpin tertinggi birokrasi pemerintah daerah sangat strategis dan berat. Sehingga, dibutuhkan orang yang memiliki kemampuan mumpuni untuk menjadi Sekda. "Jadi, jangan sampai salah pilih Sekda. Karena tugas Sekda sebagai secon line Bupati dan Wakil Bupati. Sekda akan menjadi bemper Pemkab dari segala aspek. Kalau meleset maka yang akan terjadi, roda birokrasi di Pemkab Bondowoso akan terhambat, dan persoalan akan selalu muncul,” katanya.

Selain itu, Bupati nampaknya harus memutar otak untuk memilih dan melantik Sekda definitif. Pasalnya pengangkatan Sekda berdasarkan hasil istikharoh para kiyai, sehingga tidak bisa diganggu gugat. Karena sudah petunjuk dari Sang Maha Pencipta, dan keputusan Bupati ibarat memakan buah simalakama. Namun, jika Bupati meleset maka Bupati akan dicap sebagai orang yang ingkar atas petunjuk istikharoh dari Sang Khaliq, dan masyarakat akan menganggap Bupati sebagai pembohong besar. Bahkan masyarakat menganggap jika pengangkatan atas dasar istikharoh itu adalah akal akalan Bupati untuk membodohi rakyatnya.

Kendati demikian, tak heran, belum jelasnya  nama Sekda, ini membuat ASN berharap-harap cemas. Maklum, Sekda merupakan sosok pejabat yang paling dinanti kepastiannya oleh ASN apakah Bupati tetap menggunakan metode istikharoh atau berdasarkan hasil uji kelayakan dan kompetensi.  

Tiga calon Sekda dinyatakan lolos seleksi terbuka tahap akhir adalah Agung Tri Handono, Farida, dan Syaifullah. Agung dan Farida merupakan pejabat eselon II Pemkab Bondowoso. Sedangkan, Syaifullah adalah pejabat eselon II Pemkab Sitibondo yang sebelumnya Kepala Dinas  Koperasi UMKM dan sekarang menjabat Staf Ahi Bupati Situbondo. Ketiga pejabat, ini menyingkirkan tiga calon Sekda lainnya, yakni Aries Agung Sungkowo, Kepala Satpol PP;  Haeriyah Yulianti, Kepala Diskominfo, dan Sigit Purnomo, Kepala Diskopperindag Bondowoso.  

Sebelumnya Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polrestabes Surabaya Sekat Jl. A. H. Yani.
Selanjutnya PDIP Desak Bupati Bondowoso, Segera Tunjuk Sekda Definitif.