Bupati Dan Wakil Bupati Bondowoso, Terkesan Membiarkan Kegaduhan Terjadi.
Foto: Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso.

Bupati Dan Wakil Bupati Bondowoso, Terkesan Membiarkan Kegaduhan Terjadi.

Laporan : Mahfud Susyanto.

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Kegaduhan para pejabat yang berebut pengaruh pimpinan dilingkungan Pemkab Bondowoso mulai dirasakan oleh masyarakat luas.

Pasalnya, program kerakyatan yang digembar gemborkan Bupati dan Wakil Bupati (Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat) tidak nampak. "Kami ini butuh bukti yang nyata, bukan hanya slogan, yang katanya membangun Bondowoso menjadi lebih baik kok tidak terbukti,"kata Sutikno, warga Kecamatan Tlogosari.

Menurutnya, yang terjadi selama ini hanyalah kegaduhan yang dilakukan oleh pejabat eselon 2, agar bisa merebut simpati pimpinannya. Sementara Bupati dan Wakil Bupati terkesan membiarkan hal yang memalukan itu terus menggelinding.

"Seharusnya Bupati dan Wakil Bupati tanggab dengan situasi seperti itu, dan nampaknya kubu-kubuan pejabat dilingkungan Pemkab Bondowoso tidak akan pernah berakhir, selama Bupati dan Wakil Bupati tidak mengambil sikap tegas untuk mensinkronisasi semua OPD,"katanya.

Ia sangat berharap, Bupati dan Wakil Bupati tidak membiarkan bola panas ini terus menggelinding ke permukaan, agar tidak memantul menjadi bola liar, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakatnya.

"Agar OPD tidak terkesan berkelompok, Bupati segera bertindak tegas, untuk membagi tugas kepada bawahanya sesuai dengan tugas dan kewenangannya, "kata pria yang akrab dipanggil Pak Tik ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, menampik tudingan dari masyarakat bahwa pemerintahan Sabar sering gaduh. Menurut Wabup, pihaknya akan melakukan sinkronisasi dengan semua OPD, sehingga menjadi pemerintahan yang solid, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Bupati dan saya sudah sepakat untuk membagi tugas dengan semua jajaran yang ada, dan kesepakatan itu dibangun sejak mau maju sebagai peserta pilkada. Memang beberapa hari terakhir ini ada beberapa persoalan sehingga agak gaduh, karena tidak saling komunikasi,"kata Wabup.

Ditegas, sebagai Bupati dan Wakik Bupati akan terus berdampingan dalam menjalankan amanah rakyat Bondowoso, karena jabatan Bupati dan Wakil Bupati satu paket yang tidak bisa dipisahkan menurut konstitusi.

"Kyai Salwa dengan saya menjadi Bupati dan Wakil Bupati itu adalah satu paket, ketika keduanya tidak saling melengkapi maka, dipastikan tidak akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati, oleh karena itu kami sudah sepakat untuk saling mengisi,"ungkap Wabup.

Terkait kegaduhan menurut Wabup, adalah hal yang tidak boleh terjadi. Ia juga mengakui selama satu bulan pemerintahan Sabar berjalan ada kelompok-kelompok yang sengaja mempengaruhi Bupati, sehingga situasi menjadi ramai di masyarakat.

"Semoga saja kegaduhan itu tidak terjadi lagi. Saya minta kepada semua pihak untuk duduk bersama, bagaimana membahas program pemerintahan Sabar untuk lima tahun kedepan,"imbuhnya.

Sebelumnya 2 Kali di Rujuk ke Rumah Sakit, 1 Tersangka Judi Rumah Karaoke Meninggal.
Selanjutnya Retribusi Sewa Mencekik, Belasan Pengusaha Pertokoan Luruk DPRD.