Cyber Corp Polda Jatim, Ungkap Prostitusi Online Antar Provinsi.
Foto: Keiko saat di Konpers kan di Mapolda Jatim

Cyber Corp Polda Jatim, Ungkap Prostitusi Online Antar Provinsi.

Laporan Ismail.

Surabaya suara-publik.com - Jajaran Subdit V siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengamankan pelaku tindak pidana ProstitusiOnline. Pelaku tertangkap tangan melakukan layanan jasa PSK.

Pelaku di tangkap di sebuah hotel malibu di kamar no 105 dan 107 Surabaya. Pelaku berinisial Y Alias Swan Love Alias Keiko yang berdomisi Denpasar Bali.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung menyatakan, pelaku menyediakan jasa pelayanan PSK melalui jejaring sosial media seperti Facebook, Instragram maupun Twiter. "semua korban di kelolah menjadi suatu dagangan dan pelaku mempromosikan melalui media online,ucap barung rabu 9-05-2018.

Modus yang di lakukan oleh pelaku melalui media elektronik dengan menawarkan PSK melalui media sosial WhatsApp dengan mengirimkan foto foto PSK Ke para pelanggan.

100%

Terpisah Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menyatakan, dari hasil tersebut 35 persen untuk mucikari. Setelah Transaksi selesai PSK menerima uang dari pelangga sekitar Rp 1.500.000 sampai 5.000.000 juta rupiah. Pelaku menjalankan prostitusi tersebut sudah hampir 2 tahun, dan prostitusi yang di geluti sudah mencapai 7 Provinsi.

" Pelaku menjalankan prostitusi terselubung sudah hampir 2 tahun dan sepak terjang nya sudah mencapai 7 provinsi, yaitu Jatim, Denpasar, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barar dan Kalimantan, "ucap Arman.

Barang bukti yang di sita oleh polisi berupa : A. 1 buah handphone. B. 2 buku tabungan BCA. C. ATM BCA Platinum. D. Dua buah kondom. E. Bill hotel malibu. F. Uang tunai Rp 2.500.000. Pelaku di kenakan tindak pidana prostitusi pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sebelumnya Pengendara Dibawah Umur, Dominasi Pelanggar Ops. Patuh 2018 Polresta Pasuruan.
Selanjutnya Simpan Sabu Dalam Kamar Kos, Jefry di Tuntut 7 Tahun.