Delapan Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Dor.
Foto: Pelaku Curanmor dengan wajah babak belur dan kaki diperban diapit petugas di Mapolsek.

Delapan Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Dor.

Laporan: Tom.

SURABAYA, Suara Publik - Setelah delapan kali melakukan operasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pelaku curanmor asal Sampang Madura pun diringkus tim anti bandit Polsek Tambaksari Surabaya sesaat setelah beraksi di Jalan Jolotundo II tambaksari Surabaya.

Sempat melawan dan hendak melarikan diri, pelaku Nasid (35),pun dilumpuhkan dengan cara ditembak kaki kirinya oleh anggota tim anti bandit Polsek Tambaksari.

"Pelaku diketahui sudah 8 kali melakukan aksi curanmor di area Surabaya. Berdasarkan pengakuannya, pelaku beroperasi sejak 1 tahun belakangan ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan, Selasa (11/6/2019).

Penangkapan tersangka (Nasid,red) ini bermula ketika ia hendak mencuri sepeda motor Honda Vario milik korbannya. Saat beraksi menggunakan kunci T tiba-tiba aksinya ini terpergok oleh korban. Ia pun diteriaki maling dan sempat berusaha kabur namun berhasil diamankan masyarakat sekitar yang mendengar teriakan korban tersebut.

"Berhasil ditangkap sebelum keluar gang," kata Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan, Selasa (11/6).

Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. Tersangka ditangkap dan dibawa ke Polsek Tambaksari dengan keadaan wajah babak belur usai dihajar massa.

Tersangka sempat melawan dan mencoba melarikan diri hingga akhirnya petugas terpaksa menembakkan timah panas mengenai kaki kanannya. "Tersangka mencoba kabur saat kami bawa," ungkapnya.

Dari keterangan tersangka pada polisi, ia hanya mengincar sepeda motor tertentu saja saat beraksi. Adapun sepeda motor yang diincar yaitu Honda Vario dan Honda Beat terbaru.

Dikarenakan untuk sepeda motor tersebut dianggap memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak dicari. "Tersangka biasa menjual sepeda motor tersebut ke Madura. Ini masih kami selidiki lagi jalur penjualannya. Tersangka menjualnya seharga Rp 2,5 juta tidak tahu dijual lagi dalam bentuk utuh atau protolan," terangnya.

Pelaku kita jatuhi hukuman sesuai pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara,” tutup Didik. (tom)

Sebelumnya TAB Polsek Sawahan, Ringkus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu.
Selanjutnya Divonis 1 Tahun, Ahmad Dhani Nyatakan Banding.