Diduga Milik Indosat dan Berdiri Sejak Dulu, Tower Ini Dikeluhkan Warga.

Diduga Milik Indosat dan Berdiri Sejak Dulu, Tower Ini Dikeluhkan Warga.

Surabaya, suara-publik.com - Pembangunan tower atau menara jaringan bersama harus sesuai dengan aturan yang berlaku,namun dengan adanya tower atau menara yang diduga milik PT Indosat di wilayah Kalisari Damen,membuat warga mengeluh karena dianggap keberadaan tower tersebut tidak memposisikan keberadaan warga sekitar.

Seperti yang disampaikan warga sekitar tower yang ber inisial AN, saat diwawancarai awak media,tampak meluapkan emosinya"," Radio saja tidak bisa hidup, pernah dulu kunci menimpa asbes rumah terus saya komplain waktu orangnya masih disini sampai saya pernah mau berkelahi karena dirasa telah merugikan warga yang tertimpa kunci.

"Artinya saya tidak terima karena asbes rumah saya bocor sampai sekarang saja cuma ditambal saja sama saya, karena petugas itu tidak mau mengganti rugi semuanya hanya diberi uang Rp.100.000 (seratus ribu rupiah)."ujar AN warga sekitar tower.

Lain halnya dengan salah satu pengurus kampung menyampaikan, "Dan sering pengerjaannya itu malam terus terang saya tegur,karena tidak ada izin,seandainya terjadi sesuatu kan pasti kita yang di tegur warga, lampu penerangan jalan saja tidak ada, dan selama ini kompensasi itu larinya kemana saja? jangan sampai kompensasi itu di makan satu orang saja kasihan warga yang di sekitar sini."ungkap salah satu pengurus kampung Kalisari Damen Surabaya.

Sedangkan Achmad Anugrah selaku ketua LSM GARAD Indonesia yang sempat mengkritisi keberadaan tower di wilayah Surabaya saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telpon selulernya mengatakan, bahwa dirinya sudah sempat menyurati pihak Indosat di Jalan Kayoon",sudah saya konfirmasi melalui surat,tapi sampai saat ini juga belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Indosat,karena dalam tanda terima pengiriman surat saya terdapat 2(dua)nama yakni Fandi/Dzulkifli,namun yang respon melalui wa waktu itu atas nama Dzulkifli,masih ada sama saya,dia bilangnya waktu itu karena kantor masih lockdown",ujar yang akrab dipanggil Achmad Garad.

"Saya coba tanyakan lagi ke Dzulkifli melalui nomor wa nya,dia malah menjawab sambil ketawa(hehehe,kalo memang dirasa tower yang njenengan maksud itu tidak memiliki izin, monggo njenengan bisa kroscek ke Cipta Karya maupun melaporkannya ke dinas2 terkait)",imbuh Achmad Garad menirukan dari penyampaian Dzulkifli di nomor WA nya.

Dalam pembangunan tower atau menara terdapat banyak aturan yang harus atau wajib dipenuhi diantaranya Permenkominfo No : 02/Per/M.Kominfo/03/2008,Peraturan Bersama Mendagri,Men.PU,Menkominfo dan Kepala BKPM No 18 Tahun 2009,No 07/Prt/M/2009,No : 19/Per/M.Kominfo/03/2009,No 3/P/2009 tentang pedoman dan penggunaan bersama menara telekomunikasi,PP no 27 tahun 1999 tentang analisis dampak lingkungan hidup.(jo)

Sebelumnya Satlantas Gresik, Gandeng Masyarakat Gaungkan Jatim Bermasker.
Selanjutnya Dapat Rekom PKB, Besok Kartika Hidayati Siapkan Deklarasi.