Dimediasi Komnas HAM RI, PKL Alun-Alun Bondowoso Pindah ke Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Pada Tahun 2020.
Foto: Central Kuliner Jembatan Ki Ronggo tempat pemindahan PKL Alun-Alun Bondowoso.

Dimediasi Komnas HAM RI, PKL Alun-Alun Bondowoso Pindah ke Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Pada Tahun 2020.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Bondowoso yang berada di kawasan Jembatan Ki Ronggo Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel tidak lama lagi digunakan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan. Karena, stan atau kios Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo yang mangkrak sejak diresmikan Bupati Bondowoso sebelumnya Amin Said Husni pada awal Agustus 2018, mulai Januari 2020 sudah ditempati PKL Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo.  

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Bondowoso, Agung Tri Handono di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Bondowoso mulai Januari 2020 sudah ditempati PKL Alun-alun. Kepastian ini didasarkan hasil kesepakatan bersama Pemkab Bondowoso dan  perwakilan PKL Alun-alun beserta kuasa hukum PKL Alun-alun dengan dimediasi Komisioner Mediasi  Komnas HAM RI, Munafrizal Manan. ”Hasil kesepakatan bersama itu diantaranya, PKL Alun-alun diberi waktu sampai dengan Januari 2020 sudah pindah ke Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo,” kata Agung.  

Kesepakatan bersama yang dimediasi Komisioner Mediasi Komnas HAM RI tersebut, menurut mantan Kepala Bakesebangpol, BKD, dan Disnakertrans Bondowoso, itu  dilakukan di Hotel Aston Jember pada 25 April 2019. ”Pemkab Bondowoso dihadiri saya sendiri Pj.Sekda; Agung Aris Kasatpol PP; Dadan, ekretaris Diskoperindag mewakili Kepala Diskoperindag, dan Ahmad Kabag Hukum. Sedangkan, PKL Alun-alun diwakili perwakilan dan kuasa hukum PKL Alun-alun,” terangnya.  

Dalam kesepakatan bersama tersebut, kata Agung, Pemkab Bondowoso juga harus memenuhi kewajiban menyediakan rombong atau gerobak baru bagi bagi PKL untuk berjualan di Wisaa Kuliner Jembatan Ki Ronggo. Rombong atau gerobak baru ini harus dibuat seragam.

”Ini kesepakatan bersama yang harus dilaksanakan Pemkab Bondowoso. Dan, Pemkab Bondowoso sudah mulai menyiapkan rombong atau gerobak baru yang seragam bagi PKL Alun-alun yang nantinya digunakan untuk berjualan di Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo,” jelasnya.  

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat juga membenarkan, PKL Alun-alun sudah menempati kios atau stan Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo pada Januari 2020. Karena, Januari 2020, kawasan alun-alun sudah tidak ada lagi PKL. Meski begitu, sebelum dilakukan pemindahan, menurut Wabup Irwan, untuk sementara waktu, PKL Alun-alun  masih bisa berjualan pada malam hari, namun tidak boleh pagi hari. ”Kedepan, Alun-alun tidak boleh ada kegiatan-kegiatan jual beli. Karena, kegiatan di alun-alun kedepannya akan tersentralistik dan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH),” katanya.  

Untuk diketahui, Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo Bondowoso terdapat sedikitnya 120 stan atau kios dengan ukuran 3x4 meter dan 4x4 meter.  Pembangunannya menelan dana APBD Bondowoso mencapai hampir Rp 1 miliar. Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Jembatan Ki Ronggo yang menelan dana APBD Bondowoso mulai 2016 hingga 2018 mencapai hampir Rp 15 miliar.  

Dua infrastruktur ini diresmikan bersama oleh Bupati Bondowoso sebelumnya Amin Said Husni pada awal Agustus 2018.

Sebelumnya Tahun Ini 26 Ribu Warga Tak Mampu Segera Nikmati Aliran Listrik, Kerja Nyata Pemkab Bondowoso Dibawah Kepemimpinan Salwa-Irwan.
Selanjutnya Bupati Pasuruan Bersama Presiden Jokowi, Tekan Tombol Peresmian Tol Malang - Pandaan.