Diskoperindag Bondowoso Gandeng PT Pos dan Youtuber, Pasarkan Produk UMKM Via Online.
Foto: Suasana Rakor Diskoperindag Bondowoso saat bahas peningkatan pendapatan UMKM

Diskoperindag Bondowoso Gandeng PT Pos dan Youtuber, Pasarkan Produk UMKM Via Online.

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Bondowoso terus berupaya meningkatkan pendapatan masayakat melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kali ini pihak Diskoperindag menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Bondowoso, untuk memasarkan hasil produksi UMKM lewat media online.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Diskoperindag Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo, usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pelaku UMKM, Kepala PT Pos Indonesia, Asisten II, dan sejumlah Pejabat dilingkungan Diskoperindag.

"Sekarang kan jamannya Digital, maka kami mengajak PT Pos untuk membantu memasarkan potensi yang di produksi UMKM,"kata Sigit Purnomo, Selasa, (19/2/2019) kemarin.

Saat ini UMKM yang sudah sukses memasarkan hasil produksinya hingga tembus dipasar Nasional adalah produk minuman BondTea. "Pemasaran lewat media online ini sangat luar biasa, maka tidak salah jika bos BondTea bekerjasama dengan PT Pos untuk menjual hasil produksinya,"terangnya.

Selain dengan PT Pos, Diskoperindag bejerjasama dengan salah satu Youtubers, dari Kecamatan Sukosari, sehingga semua hasil produksi UMKM Bondowoso tidak hanya dekenal ditingkat regional dan Nasional, bahkan ditingkat Internasional.

"Oleh karena itu, Pemerintah akan terus berupaya dan mendorong UMKM Bondowoso untuk terus meningkatkan produksinya, dan terus menjaga kwalitasnya,"tegasnya.

Tidak hanya itu, Diskoperindag juga berupaya untuk membangkitkan usaha produksi tape. Sebab, beberapa bulan terakhir ini, pengusa tape banyak yang gulung tikar, hal itu disebabkan karena bahan bakunya yakni ketela tidak ada.

"Jadi penyebabnya bukan dari modal usaha, karena memang petani sudah jarang tanam ketela, sehingga banyak pengusaha tapi kolaps,"ujarnya.

Kendati demikian, pihak pemerintah berusaha untuk mengajak investor dari luar, agar tanam ketela di Bondowoso, sehingga para pengusaha tape bangkit kembali. "Jadi, hasil Pembahasan dalam rakor tadi menghasilkan beberapa poin prnting, yakni memasarkan hasil produksi UMKM, dan mencari solusi bagi pengusaga tape, agar bisa berproduksi lagi,"imbuh mantan Asisten III ini.

Sebelumnya Bu Nyai se Tapal Kuda, Deklarasi Dukungan Pada Jokowi-Makruf Amin
Selanjutnya Dilaporkan ke BPKP, PT. Feva Klarifikasi Pekerjaan.