Diskoperindag Bondowoso Mantabkan UMKM Dengan Diklat.
Foto: Suasana Diklat UMKM di Desa Tamanan

Diskoperindag Bondowoso Mantabkan UMKM Dengan Diklat.

Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Pemerintah Kabupaten Bondowoso memiliki target untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pengusaha maju. Salah satu cara untuk mencapainya yakni melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat). 

Dengan tujuan peningkatan wirausaha. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Bambang Sukwanto, melalui Kepala Bidang Usaha Mikro, Edy Soetrisno, mengatakan, akan terus melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang UMKM. Penguatan SDM ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing sebagai modal mengembangkan usaha. 

Untuk itu, Diskperindag akan terus melanjutkan program penguatan kapasitas SDM, dengan melakukan Diklat kepada para pelaku UMKM sehingga dapat menjadi pelaku usaha yang berdaya saing dan mampu menjadi wirausaha tangguh. Pengembangan kewirausahaan melalui UMKM, kata Edy, tidak lepas dari peran serta masyarakat, melalui pelatihan keterampilan teknis operasional. 

Tahun ini keterampilan pelaku UMKM di masing-masing Desa diseluruh Kabupaten Bondowoso akan terus diadakan pelatihan. “Tentunya dengan adanya Diklat ini, pelaku usaha dapat mempunyai kemampuan untuk mengembangkan usaha kreatif, dan mampu menjadi menejer kewirausahaan ditingkat desa,”kata Kabid UMKM ini.

Menurutnya, yang diperlukan bagi pelaku UMKM adalah SDM. Ilustrasinya tidak semua orang bisa jadi orang kaya, karena jika tidak punya ilmu dan tidak disiplin dalam pengelolaan uang, maka akan pendek waktunya kita memiliki uang. Tidak jarang ketika melihat orang mendapatkan uang yang banyak, namun sayangnya habis karena sifat konsumtif.

“Nah, dengan adanya Diklat ini, kita didik bagaimana menjadi wirausaha dan mengelola keuangan dan usaha, memasarkan barangnya, bagaimana cara permodalan, dan menambahnya. Maka, Pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, " katanya. 

Saat ini, Diskoperindag mendatangkan pelatih dari Kediri. Hal ini dilakukan untuk mendidik keterampilan para pelaku UMKM, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, Yang menjadi pelatih atau narasumber ini adalah pelaku UMKM yang dulu dididik oleh pelaku usaha dan sekarang sudah berhasil.

“Makanya, saat ini pemerintah juga gencar mendukung masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang wirausaha yang dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan,”tegasnya.

Edy menambahkan, jika ingin menjadi wirausaha yang berhasil bisa dimulai saat ini, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Yang paling penting dilakukan adalah, harus sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Maka, pemerintah akan memberikan ilmunya dan rambu-rambunya, yang penting harus disiplin dan komitmen.

“Jika sudah mendapatkan pelatihan, dan untuk menjadi wirausaha yang sukses sesuai dengan pengalaman, hendaknya ilmu yang telah didapat dari diklat, langsung dipraktekkan dari mulai produksi, kemasan, manajemen usaha, hingga pemasaran,”ujarnya. Bahkan, untuk tahun ini penguatan kapasitas SDM dilakukan bagi ratusan bahkan ribuan orang melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan, di antaranya mencakup berbagai aspek mulai dari pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan dan uji kompetensi berbagai keahlian, dan pelatihan kewirausahaan.

“Kita hanya mengingatkan agar para pengusaha tidak memiliki mental yang cepat puas dan terlalu lama di zona nyaman. Karena, banyak pengusaha berskala mikro ingin menjadi pengusaha kecil, lalu dari pengusaha kecil ke menengah juga banyak, namun dari pengusaha menengah ke atas sangat sedikit,”ungkapnya. Dengan demikian, pemerintah akan terus mendorong para wirausaha agar lebih terpacu meningkatkan kualitas mereka. Yang penting kuncinya inovasi sampai mati. Pemerintah siap bantu memfasilitasi upaya untuk meningkatkan kapasitas mereka. 

Pihaknya pun meyakini para pelaku UMKM semakin eksis. Sebab, kualitas SDM dinilai menjadi salah satu kunci sukses pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar bebas. “Tentu, dengan menerapkan program-program peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan dengan maksud untuk menciptakan SDM UMKM yang berkualitas,” imbuhnya. 

Kepala Desa Tamanan, Sulaiman Yahya, mengemukakan, Diklat yang dilakukan saat ini sangat menguntungkan pelaku UMKM. Namun, yang lebih penting pula, kata Kades, diperlukan kerja keras oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Di samping meningkatkan kualitas SDM, UMKM dapat mengembangkan produk unggulan yang merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. “Kita menyadari peran UMKM sebagai kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar dan cukup dominan dalam perekonomian, maka pencapaian kesuksesan pembangunan ekonomi jelas akan dipengaruhi oleh kesiapan UMKM,”kata Sulaiman Yahya.

Menurutnya, UMKM di Indonesia telah terbukti mampu bertahan dari guncangan ekonomi dan menjadi penyelamat bagi perekonomian pada krisis keuangan tahun 1997 dan krisis global 2008. “Dengan dukungan dari beberapa instansi dan stakeholder, kita yakin, ekonomi kita akan lebih maju dengan wirausaha,”imbuhnya. 

Pantauan Suara Publik, Kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilaksanakan di kantor Desa Tamanan tersebut berlangsung selama satu hari, di ikuti oleh 50 pelaku usaha diseluruh Desa Tamanan. Unit kreatif UMKM Kabupaten Bondowoso, terus mendapat pemantapan dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan. Sehingga diharapkan kepada para pelaku UMKM dapat meningkatkan usahanya yang lebih baik.(*)

Sebelumnya Jelang Ramadhan dan Pertandingan Persebaya vs Arema, Polrestabes Surabaya Amankan 113 Preman.
Selanjutnya Kerap Terjadi Pelanggaran Pilkada, Panwaskab Bondowoso Tutup Mata.