Ditemukan Pemilih Ganda, TPS 49 Kecamatan Tandes Dipastikan Coblos Ulang.
Foto: Petugas PPK didampingi Aparat TNI Polri saat di TPS 49.

Ditemukan Pemilih Ganda, TPS 49 Kecamatan Tandes Dipastikan Coblos Ulang.

Laporan: Tom.

SURABAYA suara-publik.com – Setelah mendapatkan rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), pemungutan suara di TPS 49, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, dipastikan akan diulang pada Minggu, 1 Juli 2018.

Ketetapan itu ditetapkan setelah adanya pasangan suami istri Kudori dan Sulichah yang mencoblos di dua lokasi saat Pilkada Jatim. "Kemarin malam, kami sudah menggelar rapat pleno. Dan disepakati untuk melakukan pencoblosan ulang," terang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nurul Amalia, Jumat (29/6) siang.

Dari informasi yang didapat, pasangan suami istri yang bernama Kudori dan Sulichah memang mencoblos di dua TPS berbeda. Selain di TPS 49, Manukan Kulon, Tandes. Keduanya juga mencoblos di TPS 9, Buntaran, Manukan Wetan.

Nurul melanjutkan, KPU telah berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tandes untuk menyiapkan coblosan ulang di TPS 49. Atas rekomendasi Panwaslu, pihaknya juga membentuk KPPS baru.

"Kami sudah berkomunikasi dengan PPK. Mereka siap merekrut KPPS lagi khusus untuk pemungutan suara baru ," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Surabaya Hadi Margo menjelaskan, rekomendasi pemungutan suara baru (PSU) di TPS 49 itu dikirim ke KPU, Kamis (28/6). Hadi menegaskan bahwa Kudori dan Sulichah menggunakan hak pilih di TPS yang tidak mencantumkan nama mereka di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal itu melanggar pasal 29 ayat 1 huruf a UU 10 Tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Hadi mengatakan, KPPS kurang teliti. "Seharusnya dicocokkan dulu antara C6 (formulir/ undangan untuk mencoblos) dengan identitas (KTP). Apalagi pasutri ini berusia lanjut, tidak bisa baca tulis, kadang pikun," katanya.

Kendati begitu, Kudori dan Sulichah tidak sengaja mencoblos dua kali. Mereka mengaku tidak tahu larangan mencoblos ganda. Oleh sebab itu, Panwaslu berharap perbuatan itu tidak dilanjutkan ke ruang pidana.

"Statusnya masih proses klarifikasi, belum diputus. Kami berharap persoalan ini tidak dilanjutkan ke pidana, coblos ulang saja," tambahnya.

Sebelumnya, pemungutan suara di TPS 49 Manukan Kulon, Tandes dihentikan lantaran pasutri yang bernama Kudori dan Sulichah melakukan pecoblosan di dua TPS yang berbeda.

Sebelumnya Satgas Pangan Polda Jatim, Musnahkan 70 Ton Bawang Bombai Ilegal Asal India.
Selanjutnya 290 Siswa Siswi Ponpes Miftahul Ulum di Wisuda.