Divonis 7 Tahun, Budi Isantono Ajukan Banding.

Divonis 7 Tahun, Budi Isantono Ajukan Banding.

Laporan Mulyono.

Surabaya (Suara Publik.com) - Budi Isantono bin Kasan, pria (41) warga Jln: Wonokusumo Lor.IV/15, dan tinggal di Jln Gadel Sari Barat.III/24 Surabaya, kini jalani agenda sidang pledoi dan berlangsung putusan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (05/12/2017).

Sidang digelar diruang garuda 2 tersebut bertindak selaku ketua majelis hakim Timor Pradopo, yang memimpin jalannya persidangan, terdakwa yang duduk dikursi pesakitan dengan didampingi Fariji.SH, dan Vincent.SH, dari LBH Lacak selaku tim kuasa hukumnya. 

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan vonis selama (7) tujuh tahun penjara denda Rp 1 milliard serta subsidaer (6) enam bulan kurungan dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan.          

Vonis tersebut dinilai lebih ringan  dari tuntutan Jaksa Penuntut   Umum yang sebelumnya menuntut terdakwa selama (10) sepuluh tahun penjara, denda Rp1 milliard dan subsidaer (2) dua tahun kurungan.         

Namun atas putusan tersebut          dianggap terlalu berat oleh terdakwa, sehingga terdakwa berniat untuk mengajukan banding, saya banding Pak Hakim, jawab terdakwa seusai pembacaan putusan.

Diberitakan sebelumnya, bahwa awal kejadian perkara tersebut, bermula pada Kamis 08 Juni 2017 sekira pukul 08,00 wib, Petugas Polrestabes Surabaya mendapat informasi dari masyarakat jika di Jln Gadel Sari Barat.III ada seorang pria yang sering melakukan transaksi narkoba. Berkat informasi tersebut, kemudian petugas melakukan penyelidikan di area lokasi dimaksud, ketika melihat targetnya sedang berada dirumah petugas segera melakukan penangkapan terhadap terdakwa, saat digeledah petugas menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang berada didalam pipet kaca seberat 3,17 gram. (1) satu pipet yang berisi narkoba seberat 1,01 gram, dan seperangkat alat hisap/bong, (1) satu buah skop plastik dari sedotan, (1) satu plastik klip bekas pakai, (1) satu buah korek api gas, serta satu buku catatan penjual narkoba yang ditemukan diatas keranjang pakaian dikamar terdakwa.

Kemudian satu lagi barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 400 ribu ditemukan dalam dompet terdakwa dan (1) satu buah HP Merk HAMMER warna hitam.

Saat di interogasi, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah benar miliknya yang didapat dari seseorang yang tidak dikenal dengan cara diranjau. Masih aku terdakwa, bahwa barang haram tersebut didapat dengan cara diranjau di Daerah Makam Rangkah kec. Simokerto Surabaya sebanyak (1 gram) yang kemudian dibagi menjadi empat bagian dan dijual kepada Moch Ali (berkas terpisah) dengan harga Rp 200 ribu per poket.

Atas perbuatan terdakwa yang dengan sengaja melakukan tindak pidana melanggar hukum dengan memiliki menyimpan menjual atau  mengedarkan narkotika tanpa izin dari yang berwenang. Maka kini terdakwa dijerat oleh JPU sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika...(Mul).

Sebelumnya Gendam Pembantu, Pria ini Kuras Harta Senilai 4 Miliar.
Selanjutnya Cari Uang Tambahan Belanja, Ibu Rumah Tangga Nekat Jualan Sabu.