Dolly Masih Menggeliat, Kapolsek Sawahan Meradang.

Dolly Masih Menggeliat, Kapolsek Sawahan Meradang.

Laporan: Tom.

SURABAYA, Suara Publik Group - Meski lokalisasi Dolly, Jarak Surabaya telah lama resmi ditutup oleh Walikota Surabaya, namun terpantau masih tetap saja bergeliat dan beroperasi secara bergerilya. Terbukti tim anti bandit Polsek Sawahan Surabaya mengungkap praktik prostitusi terselubung di Lokalisasi Dolly Surabaya pada Sabtu (20/10) malam.

Polisi berhasil mengamankan satu orang germo (mucikari) dan empat perempuan pekerja komersial (PSK) dari rumah di Jalan Jarak 21 Surabaya yang dijadikan tempat transaksi bisnis tersebut. "Yang kita amankan satu mucukari dan empat PSK," ucap Kapolsek Sawahan Kompol Dwi Eko didampingi Kanit Reskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi.

Mereka yang terjaring, Imanuel Dakap (20), asal Jalan Kupang Gunung Timur 6 Surabaya. Pria ini berperan mencarikan tamu (Mucikari), untuk wanita yang ada di lokasi kejadian. Sementara 4 pasangan mesum itu diantaranya, Nadir (40) asal Dsn Daringan, Aeng Tabar Kec. Tanjung Bumi Kab. Bangkalan berpasangan dengan Lia (28) asal Desa Jeding, Kec. Bantur Kab. Malang. Yayan (31) asal Kp. Kuta Luhur Kab. Bandung yang berpasangan dengan Nina Marlina (28) asal Jalan Dukuh Kupang Timur X Surabaya. Iwan Rusnandar (24) asal Cibaduyut Blok Sepatu Bandung, yang berpasangan dengan Susi Susanti (25) asal Jalan Bumiarjo 5 Surabaya. Antok yang berpasangan dengan Munipa (21) asal Kuntul Rt. 002 Rw. 001 Desa Kalipucang Kec. Tutur Kab. Pasuruan.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko Widhi juga menambahkan, modus operandi transaksi prostitusi itu dilakukan oleh mucikari yang mencari pelanggan PSK di Gang Dolly setelah mendapatkan pelanggan, Makelar tersebut menghubungi PSK via HP, selanjutnya pelanggan diantar untuk bertemu PSK. “Satu pelanggan setiap transaksi, mucikari mendapatkan uang jasa dari PSK Rp. 30 Ribu dan uang tip dari tamu sebesar Rp 20.000,” imbuh Haryoko, Minggu (21/10/2018).

Sementara tarif untuk satu PSK berkisar antara Rp. 250 hingga 300 ribu, dengan rincian sewa kamar sebesar Rp. 40 Ribu dan untuk PSK mendapatkan Rp. 130 Ribu. Dan yang mengatarkan tamu mendapat Rp. 50 ribu. “Untuk Antok sendiri berhasil melarikan diri ketika tau ada penggrebekan dan tidak tertangkap,” tambah Haryoko. 

Kapolsek Sawahan yang sebelumnya sering mendapat informasi geliat Dolly sempat meradang. Bahkan menurut salah satu anggota yang tidak mau disebut namanya mengatakan kegeraman Kompol Dwi Eko. "Bapak geram terhadap geliat Dolly, apalagi saat bapak mendengar oknum polisi purna maupun aktif memanfaatkan situasi. Sehingga bapak memerintahkan segera melakukan tindakan nyata dan berakhir dengan penggrebekan ini" paparnya.

Kini Germo dan PSK tersebut dikenakan pasal, Perdagangan atau dengan sengaja mempermudah dilakukan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP

Dari mereka, diamankan barang bukti berupa, 9 buah kondom yang belum dipakai, 1 buah HP merk Cross dan uang tunai Rp. 20 ribu. Mereka kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Sawahan Surabaya.(tom)

Sebelumnya Validasi Data e-KTP Situbondo, di Kemas Acara Car Free Day.
Selanjutnya Takut Razia, Pemuda ini Lari dan Lompat ke Sungai.