DPD PDIP Latih Ratusan Kadernya.

DPD PDIP Latih Ratusan Kadernya.

Dilaporkan Oleh : Hery Masduki

JOMBANG (Suara Publik) - Ratusan calon kader Madya dari 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC)Kabupaten kota se-Jawa Timur, mendapat pendidikan dan pelatihan dari Badan Diklat (Badiklat) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur.

Pelatihan yang bertempat di Wonosalam Training Centre (WTC) Kabupaten Jombang tersebut dihadiri sejumlah petinggi PDI Perjuangan Pusat, diantaranya, Hasto Kristiyanto, Ahmad Basharah dan beberapa pejabat tinggi lainya, termasuk ketua dan Sekretaris DPD PDI Perjauangan Jawa Timur, Kusnadi dan Sri Untari.

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, berlangsung selama 5 hari sejak hari Rabu hingga Minggu (26-30/07/2017). Pelaksanaan Diklat Kader Madya yang akan mencetak kader-kader handal yang militan di daerah Jatim tersebut, mendapat 13 materi yang dipaparkan oleh puluhan narasumber dari DPP dan DPD PDI Perjuangan Jatim.

Diawali dengan materi kuliah umum Pancasila 1 Juni 1945, membangun visi, Trisakti dan revolusi mental, metode berpikir Bung Karno/analisa kritis, tantangan Ideologis Pancasaila tentang gerakan radikalisme agama dan kekerasan serta Liberalisme perdagangan bebas dunia, AD/ART dan program kerja partai serta strategi pmenangan, analisa sosial dan pemetaan lapangan, transpormasi pancasila tentang prioritas gerakan budaya, erakan gotong royong strategi membangun koperasi, pengorganisasian membangun basis dan strategi advokasi, Pancasila UUD 1945 dan pembetukan hukum di daerah, pedoman pendidikan orang dewasa (Andragogi), dan panduan penugasan dan penyusunan pelaporan.

“Dengan pelatihan kader madya 2017 ini para calon kader diharapkan mampu menjawab tantangan disemua lapisan masyarakat,”kata Kusnadi, saat memberikan sambutan pembukaan.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan, sangat mengapreisasi DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur, yang telah melaksanakan diklat kader madya, sehingga kedepan para kader madya ini dapat menjadi pelopor partai dalam mengaplikasikan ajaran Bung Karno. “Yang paling saya tekankan kapada kader partai adalah, mensosialisasikan sejarah berdirinya bangsa Indonesia, dan lahirnya Pancasila 1 Juni 1945,”kata Hasto.

Menurutnya, pendidikan kader madya ini yang merupakan konsekwensi dari PDI Perjuangan yang telah meneguhkan kembali sebagai partai ideologi yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, kata Hasto, Ideologi Pancasila 1 Juni 1945 yang digagas oleh Bung Karno ini merupakan roh partai dan cikal bakal pondasi kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia.

“Sebagai kader partai yang mililitan, saya mengajak calon kader madya untuk berkomitmen menjadi pelopor partai dalam menghadapi tantangan liberalisasi untuk membangun revolusi mental dan trisakti,”imbuhnya. (her)

Sebelumnya Gagal Pesta Sabu, 2 Penjahit Baju Malah di Bui.
Selanjutnya Tak Mau Ambil Resiko, Kasi Pidum Kejari Bondowoso Tahan Oknum Perangkat Desa.