Dugaan Mark Up Pasar Desa Suci Terus Berlanjut, Ini Penjelasan Kejari Gresik.

Dugaan Mark Up Pasar Desa Suci Terus Berlanjut, Ini Penjelasan Kejari Gresik.

Laporan Nur Wahyudi.

Gresik,suara-publik.com - Isu dihentikan dan adanya desas-desus kurang sedap dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Pasar Desa Suci yang bersumber dari Dana Desa tahap 2 senilai Rp.345 juta, dibantah pihak kejaksaan negeri Gresik.

Kepala Kejaksaan Negeri melalui Kasi intel, Marjuki menyangkal, jika perkaranya dihentikan. Bahkan kata Marjuki, Kasus tetap berjalan, tim tetap kumpulkan bukti-bukti, "Masih berjalan di Pidsus, Ini masih penyelidikan dan ketika naik di penyidikan baru dibeberkan semuanya," jelas Marjuki via seluler, Kamis (2/6).

Terkait berbagai isu yang merebak Marjuki menegaskan silahkan saja isu tersebut. Namun pasti dirinya menjamin semuanya berjalan baik, "Tim tetap berkerja dan terus melaporkan hasilnya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Kades Suci, Khoirul Dholam dilaporkan oleh salah satu LSM ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada rabu (2/5) terkait dugaan Korupsi pada pembangunan Pasar Desa yang bersumber dari dana desa tahap 2 pada 2017 yang lalu. Adapun menurut pelapor, pada pembangunan yang menelan anggaran Rp.345 juta tersebut dituding telah terjadi mark up anggaran sebesar Rp.100 juta.

Sebelumnya Kejari Gresik Tetapkan Kades Sembayat Tersangka Dana Desa, Karena Sakit Saudji Tidak di Tahan.
Selanjutnya Alumni SMK Untung Suropati Tahun 2000, Berbagi Takjil di Jl. Pahlawan Pasuruan.