Edarkan Sabu, Pengelola Kos-Kos an Ini di Ringkus

Edarkan Sabu, Pengelola Kos-Kos an Ini di Ringkus

Laporan: Tom

SURABAYA Suara Publik. Penghasilan menjadi pengelola kos-kosan tak membuat  Antonius, 46, merasa nyaman. Pria warga Jalan Dinoyo Baru II ini, nekat mencari usaha sampingan menjadi pengedar sabu-sabu (ss).

Akibatnya, ia kembali diringkus oleh tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Sebab sebelumnya, Antonius sudah ditangkap dalam kasus yang sama. Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo menjelaskan penangkapan terhadap  Antonius dilakukan pada Sabtu (28/10).

Dia ditangkap di rumahnya saat sibuk menimbang ss yang baru ia terima dari seorang kurir dengan cara di ranjau. “Pada saat kami gerebek, tersangka sedang menimbang ss untuk dimasukkan dalam paket kecil siap edar,”  ungkap  Kompol Anton, Selasa (31/10).

Anton menjelaskan dari penggerebekan tersebut, selain mengamankan Antonius, sejumlah barang bukti juga turut disita. Diantaranya, dua buah pipet kaca dengan ss seberat 2, 27 gram, 15 poket ss seberat 8,84 gram, Sebuah timbangan elektrik, dan sebuah buk rekapan, handphone (hp) serta alat isap ss.

“Berdasarkan penangkapan tersebut, kami lantas melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mencari tahu pemasok ss tersebut,” lanjut Anton.

Kemudian berdasarkan pengakuan Antonius, ss tersebut diperoleh dari RB, anak seorang temannya yang ia kenal saat menjalani hukuman di lapas Porong, Sidoarjo.

Sehingga bisa dikatakan, jaringan Antonius merupakan pengedar ss jaringan lapas. “Hanya saja tersangka tidak tahu pasti keberadaan RB, sebab selama ini mereka berkomunikasi lewat hp, begitu pula saat transaksi. Sebab ss tersebut dikirim dengan cara di ranjau.

Saat ini kami masih mengejar RB,” terang mantan Kapolsek Asemrowo ini.

Sementara, kepada polisi Antonius mengaku dia baru beberepa bulan keluar dari penjara setelah ditangkap dengan kasus yang sama pada 2016 lalu. Dia mengaku tak bisa lepas dari bisnis narkoba lantaran tergiur dengan keuntungannya yang besar.

“Saya bisa dapat uang banyak dengan jualan narkoba, selain menjadi pengelola kos-kosan,” terangnya. Antonius mengatakan nantinya ss yang ia peroleh dari RB, akan ia pecah menjadi beberepa poket kecil untuk ia jual kembali.

Penjualannya sendiri tersebar di beberepa kawasan di Surabaya.  Selain menjadi pengedar, dia juga merupakan pemakai ss yang ia jual. "Saya memakainya juga, untuk mengelabuhi polisi jika saya merupakan pengedar, “ terangnya.

Sebelumnya Fakultas Ilmu Bahasa Unair, di Bobol Maling.
Selanjutnya Kapolsek Pandaan Ajak Siswa SMU Perangi Berita Hoax.