Elemen Masyarakat Surabaya, Gelar Aksi Damai, di Mapolretabes Surabaya.
Foto: Massa saat aksi damai di Mapolrestabes Surabaya.

Elemen Masyarakat Surabaya, Gelar Aksi Damai, di Mapolretabes Surabaya.

Laporan: Tom.

SURABAYA, Suara Publik - Elemen masyarakat Surabaya menggelar aksi damai menuntut transparasi penanganan kasus dugaan korupsi Bimbingan Teknis di depan Mapolrestabes Surabaya, Rabu (18/9) siang.

Puluhan massa itu tergabung dalam Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (Japri) Jawa timur dan Surabaya. Ketua Japri Jatim, Zainuddin mengatakan pihaknya mewakili masyarakat Surabaya meminta kepolisian agar lekas menuntaskan kasus dugaan korupsi Bimtek yang terkesan jalan ditempat sejak tahun 2010 hingga kini.

"Ini tentu menjadi pertanyaan, mengapa dalam kurun waktu selama ini belum juga ada satupun titik terang siapa saja tersangka yang ditetapkan. Dalam hal ini, kami meminta kepolisian agar tidak takut terhadap intervensi siapapun, polisi harus profesional dalam proses penindakan yang meyebabkan uang sebesar 3,7 M milik rakyat diselewengkan haknya," kata Zainuddin, Rabu (18/9).

Lebih lanjut, para perwakilan Japri yang ditemui oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya juga memberikan beberapa data terkait beberana nama oknum wakil rakyat yang diduga turut terlibat dalam kasus tersebut. " Kami mengantongi 11 nama anggota dewan kota Surabaya yang masih aktif, tiga anggota dewan provinsi dan satu anggota DPR RI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Jika di total waktu itu ada sekitat 40 anggota dewan yang turut menikmati uang rakyat tersebut," tambahnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut pihaknya berkomitmen penuh dalam upaya penyelidikan kasus Bimtek yang sudah digelar sejak 2010 lalu. Sejauh ini, kepolisian tak bisa gegabah dalam menentukan status tersangka dalam kasus korupsi sebelum ada audit kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPK RI. "Tentu kami berkomitmen dalam penyelidikan kasus dan juga kami profesional dengan tidak menghiraukan berbagai intervensi yang muncul dalam proses. Kami juga terus berkoordinasi dengan BPK termasuk melakukan gelar perkara di BPK RI Jakarta," Kata Sudamiran.

Sejauh ini, sudah ada sebanyak 113 orang yang diperiksa termasuk anggota dewan dan saksi ahli sebagai saksi dalam kasus tersebut. Terkahir, saksi yang dipanggil adalah Musyafak Rouf wakil DPRD Kota Surabaya dari fraksi PKB pada 11 September 2019 lalu. "Prosesnya tetap jalan, terkahir kami periksa pada tanggal 11 September lalu, kami tetap berkomitmen menuntaskan," tandasnya. (tom)

Sebelumnya Pangdam II/Swj Mayjend Irwan Bersama Mayjend Firli dan Gubernur Sumsel, Sambut Kedatangan Ibu Negara Ny. Iriana Jokowi.
Selanjutnya Polsek Lakarsantri, Ungkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas