Enam Cafe Babat-Lamongan Terancam Ditutup Paksa, LSM Jerat Lurug Kantor Pol PP Lamongan
Ketum LSM Jerat, Miftah Zaeni., Spd saat dikonfirmasi wartawan di halaman Kantor Satpol PP Lamongan, Jl. Basuki Rahmat, Lamongan, Jumat (05/02/2021)

Enam Cafe Babat-Lamongan Terancam Ditutup Paksa, LSM Jerat Lurug Kantor Pol PP Lamongan

LAMONGAN (Suara Publik)- Ratusan karyawan karyawati café di kawasan Babat, Lamongan terancam kehilangan pekerjaan. Ini dipicu enam café, yaitu: Café Pesona, Café Rodex, Café Kembang Jati, Café Sekar Gadeng, Café Puncak & Café Pereng berlokasi di Jl. Babat-Jombang, kawasan Gunung Pegat, Lamongan akan ditutup paksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Ini berdasarkan Surat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Lamongan No. 182.1/***/413.126/2021, perihal: Peringatan I, tertanggal 04 Februari 2021 ditanda tangani Kepala Seksi (Kasi) Penindakan, Suparjo, SAP dan mengetahui Kepala Satpol PP Pemkab Lamongan, Suprapto., SH.

Mendengar kabar dan keluhan pegawai 6 café tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB, Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Emansipasi dan Aspirasi Rakyat (LSM Jerat) dipimpin Ketua Umum (Ketum), Miftah Zaeni., Spd beserta anggotanya mendatangi Kantor Satpol PP Pemkab Lamongan, di Jl. Basuki Rahmat No. 207, Lamongan. “Kami berniat konfirmasi dan koordinasi terkait terbitnya SP 1 dari Kecamatan Babat yang isinya diindikasikan SP 3 dan berlanjut penutupan terhadap enam café tersebut. yang terbitkan dan dilayangkan Kasatpol PP Pemkab Lamongan,” tagas Miftah, di halaman Kantor Satpol PP Pemkab Lamongan. Miftah mengaku, sangat kecewa dengan kinerja Satpol PP Pemkab Lamongan. “Kami sudah menunggu hampir tiga jam mulai dari jam 1 siang sampai jam 3 sore menunggu Kasat Pol PP, Kabid Pol PP dan Kasi Pol PP tidak ada kantor. Kami sangat menyayangkan hal ini, harusnya mereka sebagai aparatur negara melayani kami dengan baik sebagai masyarakat Lamongan,” ucap Miftah.

Menurut Miftah, kedepannya LSM Jerat segera melakukan upaya lanjutan Senin, (08/02/2021). “Kami minta konfirmasi dan jawaban resmi dari Kasat Pol PP Lamongan terkait SP 1 yang beraroma SP 3 dan berlanjut penutupan. Karena hemat kami, Perda Hiburan Karaoke di Lamongan belum diterbitkan. Kami mohon Ketua DPRD dan anggota DPRD Lamongan segera bersikap tegas atas runyamnya perijinan hiburan malam di Lamongan. Jika ada Perdanya silahkan di ijinkan, kalau tidak ada Perdanya tidak usah ada ijinnya,” ungkap Miftah.

Miftah menambahkan, LSM Jerat sangat mendukung kebijakan Pemkab Lamongan, tapi harus ada keadilan. “Jika memang tidak ada Perda Hiburan atau Karaoke, jangan hanya Café di Babat, Lamongan yang melanggar tetapi semua café di Lamongan selama ini juga melanggar. Jika memang belum ada Perda Hiburan dan Karaoke, jajaran legeslatif dan eksekutif harus segera membahas dan menerbitkan Perda supaya ada payung hukum yang jelas di Lamongan,” ungkap Miftah.

Pukul 19.40 WIB, Kepala Satpol PP Pemkab Lamongan, Suprapto., SH saat dikonfirmasi www.suara-publik.com  via ponselnya sebanyak dua kali belum angkat. (red)

Sebelumnya Ini Patut Dicontoh, Kapolda Jatim Pakaikan Masker Pada Warga Saat Bagi-Bagi Masker di Simo
Selanjutnya Bisnis Lendir Beromzet Ratusan Juta Bebas Beroperasi di Depok