Fakta Menarik, Dibalik Dana JPS APBD Kabupaten Gresik.

Fakta Menarik, Dibalik Dana JPS APBD Kabupaten Gresik.

Gresik, suara-publik.com - Aksi Kades dan Pemuda Desa Gredek Kecamatan Duduk Sampeyan, yang menilai adanya Diskriminasi terhadap pencairan dana Jaring Pengaman sosial (JPS) APBD menunjukkan adanya dugaan like and dislike. Tudingan pendataan Bansos sudah bermasalah di Tingkat Kecamatan agaknya patut ditelusuri, bahkan ada jargon "pendataan sesuai selera di tingkat kecamatan".

Bagaimana diketahui, hal itu membuat protes keras dari Kepala Desa Gredek Duduksampeyan yang viral se nusantara bahkan sampai jakarta saat ini.

Temuan suara-publik.com ada beberapa statmen dari beberapa ketua RT yang menyebut jika ada aroma yang kurang sedap dalam pendataan calon penerima JPS, sampai saat ini suara-publik.com masih terus melakukan pengendusan ke titik-titik yang menjadi sumber aroma kurang sedap tersebut.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi (16/5) yang memaparkan jika data bansos harus melewati beberapa mekanisme dan mengetahui Camat sebagai pemangku wilayah, "Ngapunten untuk Gresik semua usulan bansos harus lewat desa/kelurahan dan mengetahui camat diteruskan verifikasi bappeda, data final baru ke dinsos, suwun," papar Sentot.

Ketua LSM LEDAK Gresik Imam Syafii menyatakan jika tingkat bawah termasuk Kecamatan merupakan titik krusial pendataan warga miskin dan atau warga terdampak Covid-19, karena ada kewenangan dalam menyetujui.

Imam menerangkan jika terjadi tidak singkronisasi antar bawah dari pihak OPD pelaksana seperti Bappeda, "harusnya Pemkab mempunyai Bank Data warga miskin ter update, biar tidak saling lempar jika dibutuhkan saat ini, jadi tidak terjadi lagi nama warga yang sudah meninggal dan sudah pindah masuk daftar penerima," ungkap Imam.

Imam juga menyinggung pendataan dalam software SIKS NG atau Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation, guna mengumpulkan data warga miskin atau DTKS ataupun Basis Data Terpadu Kemiskinan, "ternyata SIKS NG tidak jalan sampai hari ini, karena terbukti masih ditemukan warga meninggal dan sudah pindah, masih menjadi KPM Bansos," pungkas imam.(Wahyudi/Imam)

Sebelumnya Diduga Sumpek, Oknum Satpol PP Surabaya Rusak Pagar.
Selanjutnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Segera Dibentuk di Tingkat RW.