Foya-Foya Gunakan Uang Perusahaan, Seorang Super Visor di Ciduk.

Foya-Foya Gunakan Uang Perusahaan, Seorang Super Visor di Ciduk.

Laporan: Tom

SURABAYA Suara Publik. Butuh waktu enam hari bagi polisi untuk menangkap Leodvi Habdono.SE (43) warga Jl. Banyu Urip Kidul 1-/19 Surabaya ini diburu polisi karena menjadi pelaku penggelapan uang perusahaaan.

Pelaku ditangkap polisi Rabu 16 Agustus 2017 jam 10.00 WIB, saat berada Jl.Patimura Plaza Segi 8 kav C/810 Surabaya, CV. SURYA MAJU MAKMUR( SMM).

Selama ini, pelaku yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, melakukan penggelapan uang milik perusahaan total Rp .58.955.000. Aksi pelaku dilakukan selama tahun 2016, saat masih tercatat sebagai sales supervisor dan penagihan CV. Surya Maju Makmur yang ada di Jl.Patimura Plaza Segi 8 kav C/810 Surabaya.

“sekitar enam hari menjadi DPO kami. Sebelumnya, mantan sales supervisor dan penagihan itu dengan sengaja melakukan penggelapan uang di perusahaan tempat dirinya bekerja selama ini,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Misdianto, Minggu (26/11/2017).

Total kerugian perusahanaan mencapai Rp.58.955.000. Modus yang dilakukan pelaku, saat menjadi sales supervisor dan penagihan di perusahaan tersebut, ia pelaku Loedvi Hadbono, yang bekerja sebagai sales suveviser yang ditempat area luar kota dan dalam kota namun saat menerima pembayaran dari custamer untuk pembayaran tepung maizena sebesar Rp.58.955.000 dari palangkaraya kalimantan tengah.

Namun oleh pelaku tidak disetorkan kepada CV.SURYA MAJU MAKMUR perusahaan yang sehari hari bergerak dalam distibutor sembako. Namun dialihkan ke rekening istrinya, tidak melalui rekening perusahaan dan pelaku mengakui terus bahwa uang tersebut habis dipakai foya foya dan membayar hutang.

“Pelapornya adalah pihak perusahaan. Pelaku dengan sengaja mengambil dan memakai uang pabrik, tanpa disetorkan sama sekali. Kini, uang tersebut sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tandas Iptu Misdianto.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti kasus penggelapan uang perusahaan ini. Yakni, 2 ( dua) lembar surat jalan serta sales invoice (kwitansi) dan 2 ( dua) lembar bukti tranpers BCA dari pihak custamer.

Setelah menangkap pelaku, polisi fokus pada penyidikan. “Pelakunya kami jerat dengan pasal 374 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” tandasnya.

Sebelumnya Gondol HP di Warkop, Pemuda Ingusan ini Diringkus.
Selanjutnya Situs Goa di Desa Karangsengon Tak Terawat Dan Memprihatinkan.