Gara-Gara Arisan Online, Warga Tuban Dilaporkan ke Polda Jatim
(Kiri) Putri Shinta Christanti, Advokad Yusuf Andriana., SH & Rekan

Gara-Gara Arisan Online, Warga Tuban Dilaporkan ke Polda Jatim

SURABAYA (Suara Publik)- Gara-gara Arisan Online, Magda Florensia (27), warga Tuban yang kos di kawasan Siwalankerto, Surabaya dilaporkan ke Polda Jatim. Putri Shinta Christanti (28), warga Jl. Krukah Lama 1/15 B, Surabaya melaporkan Magda pemilik aplikasi line id: Sabitaa, tindak pidana Undang Undang (UU) No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Akibat ulah terlapor, Shinta mengaku dirugikan Rp. 15 juta,  tertanggal 11 Desember 2020.

Pengakuan Shinta, laporan ini bermula saat Magda mengikuti arisan 10 group dengan 21 kali bayar. “Magda mengaku melakukan pembayaran arisan dana senilai Rp. 55 ribu, Rp. 74 ribu dan Rp. 45 ribu yang diakui telah ditransfer melalui aplikasi dana dan OVO. Ternyata setelah saya kroscek, dana yang dimaksud tidak masuk rekening saya,” ucap Shinta kepada www.suara-publik.com, Senin (18/01/2021) di Polda Jatim.

Selanjutnya, Shinta konfirmasi ke Magda. “Tanggal 27 Juli 2020, saya konfirmasi ke Magda. Saya menegur Magda, karena dia memalsukan bukti transfer. Lalu, saya memberikan toleransi waktu untuk menyelesaikan kewajibannya bayar arisan. Bahkan saya telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tapi sampai saya buat laporan ke Polda ini, Magda tidak ada itikad baik menyelesaikan kewajibannya membayar arisan,” ungkap Shinta saat didampingi kuasa hukumnya Yusuf Andriana., SH, kemarin.

Berdasarkan Surat Keterangan Penerimaan Pengaduan Shinta, Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor. SP.Lidik/70/I/RES.2.5/2021/Ditreskrimsus, tanggal 06 Januari 2021. Shinta didampingi Kuasa Hukumnya, Yusuf Andriana., SH diperiksa penyidik sebagai saksi korban untuk didengar keterangannya di ruang Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Shinta dimintai keterangan penyidik, terkait dugaan tindak pidana UU ITE dengan cara sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dana tau dengan sengaja dan tanpa hak haka tau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengerusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dana tau dokumen elektronik tersebut seolah olah data yang otentik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 45A ayat (1) Tahun 2008 tentang ITE jo pasal 28 ayat 1 dan atau pasal 51 ayat 1 jo pasal 35 UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Niko yang mengaku pacarnya, mengatakan dirinya tahu soal arisan online. “Nanti saya sampaikan ke Magda,” ucap Niko saat dihubungi telepon Whatsapp (WA), Selasa (19/01/2021). Sementara Haikal, adik Magda mengatakan, pihak keluarga tidak mau ikut campur terkait masalah yang dihadapi kakaknya Magda.  “Kakak saya sudah besar. Biar diselesaikan, sendiri,” kata Haikal dihubungi telepon WA nya. (dwi)

 

Sebelumnya Wakapolda Jatim dan Bhayangkari, Berangkatkan 25.156 Ribu Paket Bantuan Sembako ke Korban Banjir dan Gempa.
Selanjutnya Kapolres dan Dandim Gresik, Di Suntik Vaksin Sinovac, AKBP Arief: Rasanya Semakin Bugar.