GELAPKAN 16 MAKANAN KUCING SEHARGA Rp. 375 RIBU, INGIN DAMAI, NICOLAS DIMINTA GANTI RUGI Rp. 20 JUTA. JAKSA HADIRKAN DUA SAKSI STAF TOKO
Foto atas: Terdakwa Nicolas Vinshensius disidangkan secara online di ruang Candra PN Surabaya. dengan agenda keterangan saksi. Foto bawah: Dua saksi dihadirkan Jaksa Deddy Arisandi, dari Kejari Surabaya.

GELAPKAN 16 MAKANAN KUCING SEHARGA Rp. 375 RIBU, INGIN DAMAI, NICOLAS DIMINTA GANTI RUGI Rp. 20 JUTA. JAKSA HADIRKAN DUA SAKSI STAF TOKO

Surabaya, suara publik - Nicolas Vinshensius didakwa menggelapkan 16 makanan kucing di toko Diaz Indo Grosir tempatnya bekerja. Nico yang sudah menjadi karyawan senior bagian menyuruh Abraham Adi Putra yang masih karyawan baru untuk mengambil 16 bungkus makanan kuncing di tokonya. 

Jaksa Deddy Arisandi, dari Kejari Surabaya, menghadirkan dua saksi dipersidangan, yakni, Abraham dan Sugito bagian supervisor,Kamis (20/01).

100%

Abraham menjelaskan kalau yang mengambil barang makanan kucing terdakwa dulu, lalu menyuruh masukan makanan kucing tersebut dalam karung.

" Bramini sisa barang, ambilo karung nanti tutupen sama sampah," jelas saksi menirukan suruhan terdakwa.

" Saya ambil karung,saya masukan dalam karung masih dalam area toko, tapi tidak saya tutup sampah, yang nutup dengan sampah Nikolas," jelas saksi lagi.

Setelah dilakukan hal tersebut, saksi Abraham melanjutkan pekerjaan lainnya.

Saksi Sugito adalah yang melaporkan terdakwa Nikolas ke kantor polisi atas perintah pimpinan toko.

" Awalnya saat stok OPname di bulan Oktober, ditemukan banyak selisih, akhirnya dilakukan pencarian sampai area belakang toko, ditemukan ada 16 pcs makanan kucing dalam karung ditutupi sampah, " ucap saksi Sugito.

Sugito melakukan stok OPname setiap satu bulan sekali, dibilang Oktober ada selisih, sehingga pihak toko mengumpulkan para karyawannya, dan ditanyakan kepada semua karyawan, terdakwa Nikolas mengaku, terdakwa juga mengaku kalau akan dijual lagi tanpa melalui kasir.

Pernah ada permohonan damai oleh terdakwa, namun pihak toko Diaz meminta kepada terdakwa untuk mengganti rugi sebesar 18 atau 20 juta, sedangkan yang ditemukan 16 pcs makanan kucing hanya seharga 357 ribu, sedangkan perdamaian tersebut tidak secara tertulis, hanya bukti hasil OPname stok pihak toko saja.

Jaksa penuntut umum Deddy Arisandi menyatakan, makanan kucing yang diambil di antaranya lima bungkus Bolt Cat Salmon Repack seharga Rp. 115 ribu, tiga bungkus Bolt Cat Donat Repack seharga Rp 66 ribu dan delapan bungkus Bolt Cat bentuk ikan repack seharga Rp 176 ribu. Makanan kucing itu diambil dari gudang repack dan dimasukkan ke dalam karung. 

Dengan maksud untuk dimiliki terdakwa tanpa sepengetahuan pemilik toko.

Terdakwa kemudian menyembunyikan dan menutup karung tersebut dengan sampah plastik tanpa sepengetahuan karyawan baru. "Dengan maksud dijual kembali tanpa sepengetahuan pemilik toko.

Perbuatan terdakwa baru ketahuan saat admin toko dan manajer toko menghitung stok persediaan barang. Dari penghitungan itu, diketahui ada makan kucing yang hilang. Admin toko lantas memeriksa seluruh ruangan toko. Hingga akhirnya dia menemukan karung yang ditutupi oleh sampah plastik berisi 16 bungkus makanan kucing.

Terdakwa rencananya akan menggunakan uang hasil penjualan makanan kucing yang digelapkannya itu untuk kebutuhan sehari-hari. Akibat perbuatan terdakwa, toko tersebut merugi Rp 375 ribu. 

Atasan perbuatan terdakwa, JPU mendakwa terdakwa dengan Pasal 374 KUHPidana.(Sam)

Sebelumnya HAKIM KENA OTT KPK, KUASA TERMOHON AJUKAN PERGANTIAN HAKIM DAN PEMERIKSAAN ULANG PERKARA
Selanjutnya Dua Direksi PT HAI Dituntut 4,5 Tahun, Richard Minta Divonis Lebih Berat Dari Tuntutan