Giat Kemerdekaan RI ke 75. Garad Kerjasama Dengan Warga Bratang Tangkis Pdam "Bersih-Bersih Kali".

Giat Kemerdekaan RI ke 75. Garad Kerjasama Dengan Warga Bratang Tangkis Pdam "Bersih-Bersih Kali".

Surabaya, suara-publik.com - Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 Tahun,juga memasuki masa pandemi covid19,LSM GARAD Indonesia bekerja sama dengan warga stren kali Bratang Tangkis PDAM/Kampung Baru Surabaya melakukan giat Kemerdekaan kerja bakti massal bersih bersih kali Jagir dengan tema "Bersih Sungainya,Sehat Warganya".

Achmad Anugrah selaku Ketua LSM GARAD Indonesia,saat diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara berkelanjutan",Saya sering mendapatkan masukan,bahwa warga strenkali itu dianggap negatif,kumuh,penyebab banjir dan lain lain,tapi melihat antusias warga hari ini,kami menilai bahwa imej negatif itu tidak bisa dibenarkan",ujar yang akrab dipanggil Achmad Garad.

Masih Achmad Garad,kami juga berterima kasih kepada pihak pihak yang turut serta dan berpartisipasi dalam giat ini,harapan kami kepada warga sendiri supaya konsep jogo kali segera dilaksanakan,dan untuk Pemerintah Daerah juga jangan serta merta menutup mata dan harus bersinergi,supaya terjalin kerja sama yang baik,jika itu dilakukan,kampung strenkali ini bisa sejuk dan sedap dipandang mata,bahkan tidak menutup kemungkinan juga bisa menjadi percontohan di wilayah lain",imbuh Achmad Garad.

100%

Warsito selaku ketua panitia yang juga sebagai sesepuh kampung baru Bratang Tangkis PDAM,sangat antusias atas kegiatan tersebut,"Kami bersama warga strenkali sangat berterima kasih atas kerjasama dari LSM yang selama ini masih peduli,karena selama ini,benar yang dikatakan mas Achmad Garad bahwa kami warga strenkali ini masih mendapat imej negatif,harapan kami sendiri,dengan adanya kegiatan seperti ini,mampu mendorong Pemerintah daerah untuk mensupport setiap gerakan dalam kebersihan kali sesuai dengan tema,bersih sungainya,sehat warganya",ujar Warsito. (Jo)

Sebelumnya Gema Sholawat dan Takbir Memecah Langit, Saat Cabup M. Qosim Temui Ribuan Pendukungnya di Balongpanggang.
Selanjutnya "Tak Kenal Maka Tak Sayang" Kades Bolo H. Abdul Gholib Yang Juga Pengusaha Beras.