GMNI Bondowoso Gencar Lakukan KTD di Tingkat Desa.

GMNI Bondowoso Gencar Lakukan KTD di Tingkat Desa.

Laporan : Mahfud Susyanto. 

BONDOWOSO(Suara Publik)-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bondowoso, terus memantapkan kegiatannya, baik dalam gerakan sosial, politik dan ekonomi. Organisasi GMNI yang berasal dari sebuah gerakan mahasiswa ini berlandaskan ajaran Marhaenisme, ini pula diambil dari kata marhaen yang berarti orang yang tertindas, sedangkan Marhaenisme adalah paham yang dianut oleh organisasi itu sendiri. 

Mohammad Arham ketua DPC GMNI Kabupaten Bondowoso disaat kegiatannya di Desa Klabang Agung Kecamatan Tegal Ampel ini menjelaskan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) adalah proses pengkaderan pertama yang di tujukan bagi mahasiswa yg telah disahkan melalui PPAB ( pekan penerimaan anggota baru ), sehingga dapat memahami marhaenisme secara menyeluruh ditidak tekstual dan persial dengan pemahaman ideologi yang baik.

"Maka para kader di harapkan akan mampu melaksanakan perjuangan secara konsisten mulai dari metode berpikir yang dipakai pada gerakan yang digunakan serta di siplin gerakan yang dianut kesemuanya, semuanya akan selalu bersumber satu roh ideologi yaitu marhaenisme," katanya.

Menurutnya, dengan di laksanakannya KTD kali ini DPC GMNI Bondowoso akan mencetak kader-kader yang militan serta progresive revolusioner, serta bisa menjadi penerus bangsa yang berwawasan nasionalis tanpa harus memikirkan perbedaan dan keberagaman bangsa ini.

"Kita kader GMNI Bondowoso siap mengangkat tangan kiri dan mengepalkan tanngan dengan seruan seruan masayarakat Bondowoso,tegasnya. 

Sinung Sudrajad sekjend Alumni persatuan GMNI Kabupaten Bondowoso saat ditemui dikediamannya mengatakan KTD adalah kaderisasi tingkat dasar kepada Kader GMNI yang telah diterima melalui PPAB.

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bondowoso ini, indoktrinisasi awal akan prinsip-prinsip Marhaenisme, Nasionalisme pun juga Pancasila secara luas.

"Dengan memahami ideologi dan keyakinan atas ideologi itu sendiri maka kader-kader GMNI bisa seiring sejalan berjuang bersama rakyat dengan konsisten dari metode berfikirnya sampai pola pola gerakan dalam keseharian baik secara kultural maupun formal sebagai Pejuang, Pemikir, dan Pemikir Pejuang,"tandasnya. (*)

Sebelumnya Banjir Bandang Terjang Kota Pasuruan.
Selanjutnya Gubernur DKI Jakarta Siap Tutup Diskotik Nakal.