GPD Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pasar Keputran Utara Pada Kejaksaan.

GPD Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Pasar Keputran Utara Pada Kejaksaan.

Surabaya Suara Publik – PD Pasar Surya kembali didera kasus dugaan korupsi. Beberapa waktu lalu, Budi Witjaksono, Mantan Kepala Unit Pasar Kembang tertimpa kasus korupsi yang dibongkar oleh internal PD Surya. Kini PD Pasar Surya dilaporkan Gerakan Pemuda Daerah pada Kejaksaan Negeri Surabaya terkait Revitalisasi Pasar Keputran Utara. Proyek dengan dana APBD tahun 2016, dilelangkan bulan Oktober 2016.

Saat itu lelang diikuti 39 peserta dari berbagai perusahaan. Satuan Kerja Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, memilih pemenang CV Inter Nusa Konstruksi yang menawar Rp. 1.562.587.332 dari nilai HPS 1.726.238.000. Kemenangan CV Inter Nusa Konstruksi ini menimbulkan rumor tak sedap hingga terdengar Gerakan Putra Daerah(GPD).

Tak ayal, GPD melakukan pemantauan secara mendalam terhadap proyek tersebut. Didalam pemantauan saat itu, aktivis GPD sempat kesulitan karena adanya penertiban Satpol PP yang tiap malam melakukan Razia pada para pedagang. Namun dengan keuletan dan kesabaranya, GPD mendapatkan data lalu dilaporkan pada pihak Kejaksaan.

Dalam pers rilisnya Direktur Bidang Hukum GPD, Okky F. S, SH mengulas hasil pemantauan dilapangan yang kemudian dijadikan bahan untuk melaporkan dugaan korupsi pada Kejaksaan.

Pantauan Gerakan Putra Daerah (GPD) wilayah Surabaya, proyek senilai Rp. 1.562.587.332, yang digarap CV Inter Nusa Konstruksi selain lambat dikerjakan, juga tidak maksimal. Meski dalam kondisi tidak dikerjakan sepenuhnya, saat ini proyek sudah ditempati para pedagang.

Temuan yang belum dikerjakan sepenuhnya(Bill Of Quantity) diantaranya, pekerjaan kolom belum selesai, pekerjaan balok banyak yang keropos dan pekerjaan plat lantai, sebagain belum terselesaikan. Serta pada urugan, dan pengecoran juga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan.

Temuan lain yang belum dikerjakaan dalam Bill Of Quantity yakni, pekerjaan plesteran seluas 357.88 meter persegi. Pekerjaan acian seluas 1,431.71 meter persegi. Pekerjaan benangan seluas 1001,00.00 meter persegi. Pekerjaan keramik lantai, ukuran 40x40 drop of lantai dua seluas 26.40 meter persegi, pekerjaan railing utama area parker 70.00 meter. Perkejaan railing ram 23.76 meter. Pekerjaan devider ram, 26.88 meter dan pekerjaan floor drain 15.

Bahwa dugaan penyimpangan tersebut, paket Revitalisasi Pasar Keputran Utara senilai Rp. 1.562.587.332 hanya diserap sebagian. Akibatnya, negara mengalami kerugian kurang lebihnya Rp 500 juta.

Dengan begitu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai penegak hukum dapat menjerat oknum pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yang memilih pemenang CV Inter Nusa Konstruksi dapat dijerat dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(red)

 

Sebelumnya Bakul Buah Keliling Konsumsi Sabu Buat Stamina
Selanjutnya Satreskoba Polres Bondowoso Tangkap Dua Orang Pengedar Pil Koplo Ditempat Berbeda