GPD Pantau Penarikan 3000 Al-Quran Salah Cetak.

GPD Pantau Penarikan 3000 Al-Quran Salah Cetak.

Surabaya, suara-publik.com - Gerakan Pemuda Daerah GPD menyoroti beredarnya 3000 kitab suci Al-Qur'an yang membuat gempar akhir-akhir ini. Dalam rilis yang diterima redaksi dari GPD via WA, lembaga ini akan mengawal dan mengawasi penarikan tersebut.

Al-Qur'an salah cetak Juz 30, surat An-Nas yang diterbitkan UD. Agung Media Mulia dengan ukuran 19x26 cm ini, 2010 lalu dipantau juga oleh Polrestabes Surabaya.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo, saat ditemui Gerakan Putra Daerah (GPD) mengaku akan segera menyelidikinya. "Kami segera mendalami kasus ini," katanya di ruang kerjanya, Jumat (25/5/2018). 

Bambang memastikan, Al-Qur'an yang salah cetak harus segera ditarik kembali. "Penerbit harus segera melakukan penarikan terhadap Al Qur'an yang salah cetak. Kalau sudah beredar, harusnya ditarik," paparnya.

Sementara, Wanto GPD berharap kekeliruan ini segera diselesaikan. "Karena ini sudah meresahkan masyarakat Indonesia. Jadi kekeliruan ini harus diselesaikan dengan bijaksana," terangnya didampingi penasihat hukum GPD, Vena Naftalia. 

Seperti diketahui, Kekeliruanlah cetak baru-baru ini diketahui salah satu warga Sarolangun, Jambi. Saat itu warga baru membeli Al-Qur'an Rp 83.000 ditoko buku, ia mendapati kekurangan tulisan dalam Juz 30, surat An-Nas. Yang seharusnya dalam ayat (5 dan 6) ditulis lengkap (5) Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas (6) Minal jinnati wannaas, hanya tertulis dan berhenti pada kalimat Yuwaswisuffi. 

Dedi, salah satu pemilik penerbit Agung Media Mulia mengaku sudah mencetak 3000 Al Qur'an yang salah tahun 2010 lalu. Menurut Dedi, 3000 Al-Qur'an salah cetak yang sudah tersebar itu fatal. “Ini memang fatal, hal terjadi bukan faktor kesengajaan. Ini human error saja,” dalihnya. 

Meski demikian, Dedi mengaku sudah dilakukan perbaikan. “Insyaallah (sudah) ada perbaikan, memang untuk makna tafsir itu penting,” katanya sembari menunjukkan bukti ayat yang sudah diperbaiki. Saat ini, Dedi belum bisa memastikan jika 3000 Al-Qur'an yang sudah tersebar ditarik kembali. Ia hanya memastikan, cetakan revisi akan dikirim ke Departemen Agama secapatnya.

Artikel ini sudah tayang di potretkota.com

Sebelumnya Satreskoba Polres Bondowoso, Tangkap Pengedar Pil Koplo di Tempat Berbeda.
Selanjutnya Nyi Hj. Juhairiyah Fawaid Rapatkan Barisan, Dalam Pemenangan Paslon Ipul-Puti.