Guru Honorer K2 Unras, Tolak Tanda Tangani Rekening Pencairan Honor.
Suasana Unjuk Rasa Guru Honorer K2/Kabupaten Bondowoso.

Guru Honorer K2 Unras, Tolak Tanda Tangani Rekening Pencairan Honor.

Dilaporkan oleh : Hery

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Puluhan guru tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Bondowoso, menolak menandatangani rekening pencairan honor dari pemerintah daerah setempat.

Pasalnya, mereka beralasan, tidak semua guru honorer K2 yang memperoleh honor tersebut. “Dari 593 guru tenaga honorer K2, hanya 551 yang mendapatkan honor dari pemerintah daerah. Seharusnya, semua guru K2 dapat honor itu,” kata Koordinator K2 Bondowoso, Jufri, di sela unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Jumat (8/12/2017).

Menurut Jufri, alasan yang disampaikan Kepala Dispendikbud, Endang Hardiyanti tidak masuk akal, yaitu karena 168 guru K2 yang tidak terkover sebagai penerima honor dari pemda telah menerima honor di atas Rp300 ribu perbulan, sehingga tidak berhak memperoleh honor daerah seperti yang telah ditetapkan.

“Selama pemerintah daerah belum memasukkan 168 guru K2 sebagai penerima honor, kita tidak akan menandatangani rekening pencairan. Bagi kami, semua K2 adalah teman senasib dan seperjuangan, susah senang harus bersama-sama,” katanya. Jufri menyebut bahwa ada satu guru SD yang namanya masuk sebagai penerima honor tersebut, padahal ia bukan guru honorer K2.

Menurutnya, ini salah satu bentuk ketidakseriusan pemerintah untuk memperjuangkan nasib sisa guru honorer K2 sebanyak 593 orang. “Padahal verifikasi faktual sudah tiga kali dilakukan, kenapa satu nama itu masih saja dimunculkan, padahal sudah jelas ia bukan K2,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispendikbud Endang Hardiyanti mengaku bahwa tidak ada aksi demonstrasi di Dispendikbud. Mereka sengaja diundang untuk menandatangani rekening pencairan honor sebanyak Rp300 ribu perbulan yang dirapel selama 4 bulan, dari September sampai Desember 2017. “Kita memang mengundang guru-guru honorer K2 secara bertahap di masing-masing kecamatan untuk membuka rekening honor K2. Jadi bukan berdemo. Tetapi tiba-tiba ada pengurus K2 yang meminta semua K2 harus terkover sebagai penerima honor tersebut,” tuturnya.

Masih Endang, 168 guru honorer K2 yang tidak mendapatkan jatah honor karena telah memperoleh honor dari masing-masing lembaganya lebih dari Rp300 ribu perbulan. Sedangkan yang terkover sebagai penerima honor adalah guru yang mendapatkan honor dari lembaganya kurang dari Rp300 ribu perbulan. “Kita kan hanya memberikan honor kepada guru K2 yang selama ini mendapatkan honor dari dana BOS kurang dari Rp300 ribu perbulan. Bagi mereka yang menolak menandatangani rekening ya terpaksa tidak kita cairkan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya guru SD yang tercatat menjadi penerima honor, padahal bukan bagian dari K2, Endang mengaku sudah mencoret nama tersebut. “Informasinya begitu,tetapi yang bersangkutan sudah saya coret,”tutupnya. (*)

Sebelumnya Kapolres Bondowoso Mutasi 7 Perwira
Selanjutnya Gara-Gara Tak Hiraukan Driver Online, Michael di Siram Air Panas.